KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) menunjukkan performa yang sangat impresif, mencatat lonjakan lebih dari 9% dalam kurun waktu seminggu terakhir. Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah pergeseran sentimen positif di pasar kripto global, ditambah dengan adanya kejelasan regulasi dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Saat ini, ETH berhasil mempertahankan posisinya di atas level US$2.200, setelah sempat mengalami koreksi di bawah US$2.000. Ini menjadi indikasi awal pemulihan setelah periode tekanan yang cukup panjang.
Regulasi DeFi Jadi Katalis Utama

Salah satu pendorong utama di balik kebangkitan Ethereum adalah panduan terbaru yang dikeluarkan oleh SEC. Panduan tersebut mengindikasikan bahwa beberapa platform DeFi, seperti dompet digital dan aplikasi tertentu, tidak diwajibkan untuk mendaftar sebagai broker atau dealer. Kebijakan ini disambut baik sebagai langkah progresif menuju kejelasan regulasi di ranah DeFi, sebuah sektor yang selama ini diselimuti ketidakpastian bagi para investor. Sentimen positif ini secara langsung memicu minat pasar terhadap Ethereum, mengingat perannya sebagai infrastruktur utama bagi sebagian besar ekosistem DeFi.
"Kejelasan regulasi, meskipun masih dalam bentuk panduan awal, mengirimkan sinyal positif yang kuat bagi ekosistem Ethereum, terutama di sektor DeFi yang merupakan salah satu fondasi utamanya," jelas Tim Research Tokocrypto.
Namun, mereka juga mengingatkan bahwa status regulasi ini belum final. "Tanpa kerangka hukum yang kokoh, arah kebijakan masih berpotensi berubah, sehingga investor tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan," tambah mereka.
Paradoks TVL: Penurunan di Tengah Kenaikan Harga
Di sisi lain, terdapat paradoks menarik yang terlihat dari data Total Value Locked (TVL) di jaringan Ethereum. Dalam dua bulan terakhir, TVL justru mengalami penurunan signifikan, dari sekitar 28,39 juta ETH menjadi 23,53 juta ETH, sebuah pengurangan sekitar 4,86 juta ETH. Penurunan ini mengindikasikan adanya perlambatan aktivitas di sektor DeFi, meskipun harga ETH sendiri sedang dalam fase pemulihan. Kondisi ini menyoroti adanya diskoneksi antara fundamental jaringan jangka panjang dan sentimen pasar jangka pendek yang sedang membaik.
Sinyal Teknikal Menuju US$3.000 Terbuka Lebar
Dari perspektif analisis teknikal, Ethereum menunjukkan formasi pola "rounding bottom", sebuah indikasi klasik perubahan tren dari bearish menjadi bullish. Kenaikan harga yang konsisten sejak akhir Maret mengisyaratkan adanya akumulasi bertahap oleh para investor.
Level krusial yang patut diperhatikan berada di kisaran US$2.396. Apabila ETH berhasil menembus dan mempertahankan posisinya di atas area resistance ini, potensi kenaikan menuju US$3.000 terbuka lebar, dengan perkiraan lonjakan harga mencapai lebih dari 20%. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang masih berada di bawah zona overbought, serta adanya crossover bullish pada Exponential Moving Average (EMA) 20 dan 50 hari, semakin memperkuat prospek kenaikan lanjutan.
Arah Selanjutnya Ditentukan oleh Breakout
Meskipun prospek terlihat cerah, Ethereum tetap harus melewati rintangan utama untuk mengonfirmasi tren kenaikan yang berkelanjutan. Jika gagal menembus level resistance tersebut, tekanan jual berpotensi kembali muncul dan membatalkan skenario bullish yang ada. Secara keseluruhan, Ethereum saat ini berada dalam fase yang sangat krusial, di mana kombinasi antara sentimen regulasi yang membaik dan sinyal teknikal yang positif akan menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.
Baca Juga: Bitcoin Tergeser? Ini Penyebab Investor Institusi Pilih Ethereum
Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Editor: BobonSyah

