Editor: BobonSyah
KabarTifa- Awal pekan ini, Dogecoin (DOGE) menunjukkan sinyal pemulihan setelah mengalami lonjakan hampir 2% pada perdagangan Senin. Kenaikan ini terjadi usai mata uang kripto meme tersebut berhasil mengamankan posisinya di level support krusial $0,1332, menyusul koreksi 3,57% sehari sebelumnya di tengah fase konsolidasi pasar yang masih berlanjut.

Data dari pasar derivatif mengindikasikan adanya peningkatan minat beli dari kalangan trader ritel. Berdasarkan laporan FXStreet dan data CoinGlass, Open Interest (OI) futures Dogecoin melonjak 4,88% dalam 24 jam terakhir, mencapai angka US$1,49 miliar. Angka ini mencerminkan bertambahnya eksposur modal dan penggunaan leverage yang signifikan pada kontrak DOGE. Namun, bayang-bayang tekanan jual masih menghantui, terbukti dari likuidasi posisi long yang mencapai US$3,33 juta, jauh melampaui likuidasi short sebesar US$799.590, mengisyaratkan dominasi aksi jual dalam jangka pendek.
Meskipun demikian, rasio long-to-short mengalami peningkatan, dengan posisi long tercatat naik menjadi 51,05% pada Senin, dari 45,83% pada Minggu. Data ini mengindikasikan adanya peningkatan kepercayaan pelaku pasar terhadap potensi rebound harga DOGE. Di sisi lain, minat dari investor institusional tampak masih terbatas. Data Sosovalue menunjukkan arus masuk (inflow) ke ETF Dogecoin hanya sebesar US$171.920 dalam sepekan terakhir, yang sebagian besar terkonsentrasi pada hari Rabu, sementara hari-hari lainnya mencatat arus nol. Hal ini menandakan minat institusi yang cenderung melemah atau bersifat sporadis.
Dari perspektif analisis teknikal, Dogecoin masih bergerak dalam koridor konsolidasi yang ketat. Batas bawahnya berada di level terendah 21 November di $0,13321, sedangkan batas atasnya adalah level tertinggi 26 November di $0,15681. Apabila momentum beli berhasil menguat, DOGE berpotensi besar untuk menguji resistance di $0,15681, dengan target lanjutan yang lebih ambisius di R1 Pivot Point $0,17882.
Namun, indikator teknikal menyajikan sinyal yang beragam dan cenderung hati-hati. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di level 40 dan bergerak mendatar, yang secara umum mencerminkan kecenderungan bearish. Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mendekati garis sinyalnya dan berpotensi membentuk crossover bearish, yang bisa menjadi pertanda pelemahan lebih lanjut. Jika DOGE gagal mempertahankan support krusial di $0,13321, harga berisiko menembus level terendah April di $0,12986, dengan potensi pelemahan lanjutan yang mengkhawatirkan menuju S1 Pivot Point di $0,12319.
Dengan kombinasi sentimen positif dari pasar derivatif yang diimbangi oleh tekanan teknikal yang masih kuat dan minat institusional yang lesu, pergerakan harga Dogecoin dalam waktu dekat diperkirakan akan tetap sangat volatil dan penuh ketidakpastian. Para investor disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan pasar dengan cermat.
Ikuti Google News KabarTifa untuk update berita kripto terkini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

