KabarTifa- Jakarta – Aset kripto XRP, yang sempat menjadi sorotan pasar, kini tengah menghadapi periode tekanan signifikan dengan harganya yang merosot hingga ke level USD 2. Penurunan ini terjadi pada Senin, 15 Desember 2025, menandai pelemahan lebih dari 40% dari puncaknya tahun ini. Performa XRP saat ini jauh tertinggal dibandingkan aset digital utama lainnya seperti Bitcoin dan Ethereum yang menunjukkan stabilitas relatif.
Ironisnya, tekanan harga ini muncul di tengah serangkaian kabar positif dan pencapaian fundamental yang signifikan dari Ripple Labs, perusahaan di balik aset tersebut. Berbagai perkembangan ini, ditambah dengan sinyal teknikal terbaru, memicu spekulasi di kalangan investor bahwa pembalikan arah harga berpotensi terjadi dalam waktu dekat.

Pencapaian Gemilang Ripple Labs di Balik Tekanan Harga
Meskipun harga XRP tertekan, Ripple Labs justru baru saja meraih tonggak sejarah penting. Pekan lalu, perusahaan tersebut berhasil mengantongi izin bank nasional dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di Amerika Serikat. Lisensi prestisius ini memungkinkan Ripple untuk mengambil alih pengelolaan aset Ripple USD (RLUSD) dari BNY dan memperluas layanan kustodiannya kepada entitas korporat lain.
RLUSD sendiri kini telah mengelola aset senilai USD 1,3 miliar dan diproyeksikan terus tumbuh seiring permintaan stablecoin global yang melonjak. Tak hanya itu, Ripple juga tengah memperluas jangkauan regulasi RLUSD ke berbagai wilayah, termasuk kawasan Timur Tengah, menunjukkan ambisi global perusahaan.
ETF XRP Unggul, Valuasi Ripple Melonjak
Di sisi lain, produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis XRP menunjukkan kinerja yang impresif. Sepanjang bulan ini, total arus dana masuk (inflow) telah melampaui USD 950 juta, mendorong total aset kelolaan ETF XRP menembus angka USD 1,1 miliar. Pencapaian ini bahkan melampaui ETF Solana, meskipun produk tersebut diluncurkan lebih awal, menandakan minat institusional yang kuat terhadap XRP.
Di ranah korporasi, valuasi Ripple Labs dikabarkan telah melampaui USD 40 miliar setelah menerima suntikan investasi dari raksasa Wall Street seperti Citadel dan Fortress. Perusahaan juga berambisi memperluas ekosistemnya dengan meluncurkan RLUSD di jaringan blockchain lain seperti Solana dan Ethereum melalui jembatan Hex Trust, membuka peluang integrasi yang lebih luas.
Sinyal Teknikal Menjanjikan Pembalikan Arah
Dari perspektif analisis teknikal, grafik harian XRP masih menunjukkan pergerakan sideways dan berada di bawah rata-rata pergerakan utama, mengindikasikan dominasi penjual belum sepenuhnya sirna. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga masih bertahan di bawah level netral 50.
Kendati demikian, para analis teknikal menyoroti pembentukan pola "inverse head and shoulders" pada grafik harian. Formasi ini dikenal sebagai sinyal pembalikan bullish yang kuat. Jika harga XRP mampu menembus garis leher (neckline) menurun dari pola tersebut, struktur tren turun sebelumnya akan terpatahkan.
Apabila skenario bullish ini terkonfirmasi, XRP berpotensi menguat signifikan menuju level psikologis USD 3, atau kenaikan sekitar 50% dari harga saat ini. Sebaliknya, prospek positif ini akan batal jika harga justru anjlok menembus area support krusial di USD 1,18.
Dengan perpaduan sentimen fundamental yang kuat dan sinyal teknikal yang mulai berbalik arah, pergerakan XRP ke depan kini menjadi pusat perhatian para pelaku pasar kripto global.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Editor: BobonSyah

