KabarTifa- Cadangan XRP di bursa kripto terbesar, Binance, dilaporkan mengalami penurunan signifikan, memicu spekulasi di kalangan investor tentang potensi berakhirnya tekanan jual dan kemungkinan pembalikan harga. Data terbaru menunjukkan nilai cadangan XRP di platform tersebut kini hanya sekitar US$3,9 miliar per 6 Maret, jauh merosot dari puncaknya yang sempat melampaui US$10 miliar pada tahun 2025.
Penurunan drastis ini menjadi sorotan karena cadangan bursa seringkali dijadikan barometer penting untuk mengukur dinamika suplai dan likuiditas di pasar aset digital. Pergerakan besar aset masuk atau keluar dari bursa dapat mencerminkan perubahan perilaku investor dan potensi tekanan jual.

Cadangan XRP di Binance Anjlok Tajam
Data aliran harian XRP di Binance mengindikasikan bahwa nilai cadangan aset tersebut kini berada di kisaran US$3,9 miliar. Metrik ini tidak hanya mencerminkan jumlah token XRP yang tersimpan di bursa, tetapi juga memperhitungkan harga pasar XRP saat itu. Dengan demikian, perubahan nilai cadangan dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama: jumlah token XRP yang berada di Binance serta fluktuasi harga XRP di pasar.
Pada awal tahun 2025, tepatnya Januari dan Juli, Binance mencatat nilai cadangan XRP mencapai lebih dari US$10 miliar, menandakan periode likuiditas XRP yang sangat tinggi di bursa. Namun, setelah periode tersebut, harga XRP anjlok lebih dari 60%, bahkan sempat menyentuh level di bawah US$1,35.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti fenomena ini sebagai sinyal struktural bahwa tekanan jual terhadap XRP mulai berkurang. "Jika permintaan tetap stabil, ketersediaan XRP yang semakin menipis di Binance ini berpotensi mendorong harga untuk melakukan penyesuaian ke atas. Titik terendah harga mungkin sudah tercapai," ujar mereka.
Cadangan Bursa sebagai Indikator Tekanan Jual
Dalam analisis pasar kripto, cadangan aset di bursa sering dianggap sebagai indikator potensi suplai yang siap diperdagangkan. Dilaporkan oleh Crypto Quant, jika jumlah aset di bursa meningkat, kondisi ini dapat menandakan potensi tekanan jual yang lebih tinggi karena lebih banyak aset tersedia untuk dijual.
Sebaliknya, penurunan cadangan mengindikasikan bahwa investor cenderung memindahkan aset mereka ke dompet pribadi atau penyimpanan dingin (cold storage), mengurangi jumlah XRP yang tersedia untuk dijual di pasar. Kondisi ini, jika permintaan tetap kuat, dapat meredakan tekanan jual secara signifikan.
Sinyal Potensi Perubahan Tren Harga
Penurunan cadangan XRP di Binance ke level US$3,9 miliar dapat menandakan pergeseran dalam struktur suplai pasar. Apabila tren penarikan aset dari bursa terus berlanjut, pasokan XRP yang siap dijual akan semakin terbatas. Dalam skenario tersebut, penyesuaian harga ke atas sangat mungkin terjadi, asalkan permintaan pasar tetap terjaga.
Meski demikian, para analis menekankan pentingnya melihat data cadangan bursa ini bersamaan dengan indikator pasar lainnya, seperti sentimen investor, aliran dana institusional, serta kondisi makroekonomi global yang turut mempengaruhi pasar kripto secara keseluruhan.
Untuk informasi terkini seputar dunia kripto dan panduan investasi yang aman, ikuti KabarTifa.id di Google News.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Editor: BobonSyah

