KabarTifa- Harga XRP kembali menjadi sorotan utama di pasar kripto setelah mengalami lonjakan substansial, melonjak sekitar 10% dalam waktu singkat. Performa impresif ini menempatkannya sebagai salah satu aset digital dengan kinerja terbaik di antara sepuluh kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Namun, di balik euforia kenaikan harga, data on-chain menyajikan dua sinyal yang saling bertentangan, memicu spekulasi dan pertanyaan besar mengenai arah pergerakan XRP selanjutnya.
Kenaikan tajam XRP ini terjadi di tengah dinamika pasar yang kompleks, di mana investor dan analis berusaha membaca sinyal-sinyal krusial. Pergerakan harga yang volatil ini didampingi oleh dua indikator penting: kembalinya aktivitas investor institusional besar, yang dikenal sebagai "paus", dan peningkatan signifikan cadangan XRP di bursa terkemuka, Binance.

Cadangan XRP di Binance Capai Puncak Baru
Dilaporkan oleh berbagai sumber, data terbaru menunjukkan bahwa cadangan XRP yang tersimpan di Binance telah melonjak hingga sekitar 2,78 miliar token. Angka ini menandai level tertinggi yang tercatat sejak November 2025. Sebelumnya, cadangan sempat mengalami penurunan dari lebih dari 2,8 miliar XRP menjadi sekitar 2,55 miliar pada Februari, yang kala itu mengindikasikan berkurangnya suplai yang siap diperdagangkan.
Peningkatan cadangan di bursa sering ditafsirkan sebagai bertambahnya suplai likuid di pasar spot. Kondisi ini, meski tidak serta-merta berarti akan terjadi tekanan jual langsung, dapat mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan atau persiapan investor menghadapi potensi pergerakan pasar yang signifikan.
Paus Kembali Berakumulasi, Aliran Modal Berbalik Positif
Di sisi lain, indikator Whale Flow untuk XRP menunjukkan perubahan arah yang positif. Rata-rata pergerakan 30 hari (30DMA) telah berbalik ke zona positif pada Maret 2026, setelah sebelumnya berada di wilayah negatif selama empat bulan berturut-turut sejak November 2025.
Perubahan ini mengisyaratkan bahwa investor besar telah beralih dari fase distribusi (penjualan) menjadi akumulasi (pembelian). Jika tren akumulasi ini berlanjut, tekanan beli dari paus berpotensi besar untuk menyerap suplai tambahan yang masuk ke bursa, sehingga dapat menopang harga tanpa memberikan tekanan jual yang signifikan.
Struktur Pasar XRP di Persimpangan Jalan
Perpaduan antara meningkatnya cadangan di bursa dan kembalinya akumulasi oleh paus menyiratkan adanya potensi perubahan dalam struktur pasar XRP. Ketersediaan likuiditas yang lebih tinggi di bursa dapat memfasilitasi aktivitas perdagangan yang lebih intens, sementara permintaan dari investor besar diharapkan dapat menjaga stabilitas harga.
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran 1,58 dolar AS, sebuah level yang merupakan tertinggi sejak pertengahan Februari. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara suplai yang tersedia di bursa dan kekuatan akumulasi dari para paus.
Arah Selanjutnya Masih Menjadi Tanda Tanya Besar
Pelaku pasar kini mencermati dengan seksama apakah kembalinya aktivitas paus mampu mempertahankan harga XRP di level tinggi saat ini, atau justru peningkatan suplai di bursa akan menjadi tekanan tambahan dalam jangka pendek. Dinamika antara kedua faktor ini diperkirakan akan memegang peranan krusial dalam menentukan tren pergerakan XRP dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut analis pasar yang dikutip kabartifa.id, peningkatan cadangan di bursa, meskipun dibarengi akumulasi paus, membuat sinyal pasar XRP tidak sejelas sinyal akumulasi murni. "Memang ini tidak otomatis berarti akan terjadi penurunan harga secara langsung, namun jelas mereduksi sentimen kelangkaan pasokan yang sebelumnya sempat mendukung narasi bullish XRP," jelasnya.
Editor: BobonSyah


