KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) kembali menggemparkan pasar setelah berhasil menembus level krusial 2.200 dolar AS pada sesi perdagangan Asia, Senin (16/3). Kenaikan signifikan ini, yang merupakan tertinggi dalam lebih dari sebulan terakhir, diiringi oleh aktivitas masif dari para investor besar atau yang dikenal sebagai "paus kripto." Data on-chain menunjukkan adanya peningkatan akumulasi yang substansial, memanfaatkan momentum pasar yang sedang menguat.
Lonjakan harga ETH ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan sebuah indikasi kuat adanya pergerakan strategis di kalangan investor kakap. Para paus ini terlihat aktif menambah kepemilikan mereka di tengah tren positif yang berlanjut sejak akhir pekan lalu.

Akumulasi Paus Meningkat Drastis di Tengah Kenaikan Harga
Salah satu nama besar yang kembali beraksi adalah Erik Voorhees, pendiri ShapeShift dan pendukung awal Bitcoin. Setelah sempat absen dari pembelian ETH selama sekitar satu tahun, Voorhees kini tercatat melakukan pembelian besar-besaran. Sebelumnya, ia diketahui menjual 12.886 ETH senilai sekitar 42,83 juta dolar AS dengan harga rata-rata 3.324 dolar AS. Namun, pada Maret tahun ini, dua dompet yang terhubung dengannya mengakumulasi 23.393 ETH senilai sekitar 49,08 juta dolar AS, dengan harga rata-rata pembelian di kisaran 2.098 dolar AS. Menariknya, Voorhees juga masih memegang sekitar 35,25 juta USDT, mengindikasikan potensi akumulasi lebih lanjut di masa mendatang.
Fenomena serupa juga terdeteksi dari dompet lain yang terafiliasi dengan kontributor awal Ethereum. Dompet tersebut dilaporkan mengucurkan sekitar 17,46 juta dolar AS untuk membeli 7.769 ETH pada harga rata-rata 2.248 dolar AS, memperkuat narasi akumulasi besar-besaran ini.
Tren Pembelian Skala Besar Terus Berlanjut
Aksi akumulasi ini bukan hanya insiden sporadis. Sejak 11 Maret, sebuah dompet besar diketahui telah menarik 80.157 ETH dari bursa, sebuah langkah yang umumnya mengindikasikan niat penyimpanan jangka panjang dan bukan untuk tujuan trading cepat. Selain itu, investor besar lainnya juga dilaporkan membeli 11.985 ETH senilai sekitar 24,79 juta dolar AS.
Secara keseluruhan, kepemilikan ETH oleh dompet-dompet besar melonjak signifikan. Berdasarkan data dari Santiment, kepemilikan ini meningkat dari 113,47 juta menjadi 121,45 juta ETH dalam periode 12 Maret hingga saat ini, atau bertambah sekitar 7,98 juta ETH. Angka ini menunjukkan peningkatan kepercayaan yang kuat dari para pemain besar terhadap prospek Ethereum.
Permintaan Institusional Ikut Menguat
Minat terhadap Ethereum tidak hanya datang dari investor individu kakap. Permintaan institusional juga menunjukkan penguatan signifikan. Data mengindikasikan bahwa Exchange Traded Fund (ETF) Ethereum spot telah mencatat arus masuk dana bersih selama tiga minggu berturut-turut. Ini menegaskan bahwa pelaku pasar besar dengan horizon investasi jangka panjang semakin melirik aset kripto terbesar kedua ini sebagai bagian dari portofolio mereka.
Arah Harga Bergantung pada Momentum Pasar dan Strategi Paus
Meskipun akumulasi paus dan minat institusi terlihat solid, keberlanjutan reli harga Ethereum tetap bergantung pada dinamika pasar secara keseluruhan. Konsistensi pembelian oleh para paus dan aliran dana institusi akan menjadi penentu utama apakah ETH mampu mempertahankan level tingginya atau menghadapi koreksi dalam waktu dekat.
Menurut Tim Riset Tokocrypto, yang patut digarisbawahi adalah akumulasi paus terjadi saat harga sudah dalam tren naik, bukan ketika pasar sedang dilanda kepanikan di titik terendah. "Ini cenderung konstruktif untuk ETH karena menunjukkan pemain besar masih melihat potensi kenaikan lanjutan, meskipun risiko tetap ada jika reli ini gagal dipertahankan dan paus beralih dari akumulasi menjadi distribusi cepat," demikian analisis mereka.
Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Editor: BobonSyah

