Editor: BobonSyah
KabarTifa- Aktivitas transaksi XRP di bursa Binance dilaporkan anjlok ke level terendah sejak pertengahan tahun 2025. Kondisi ini, yang terjadi di tengah pasar kripto global yang masih diliputi ketidakpastian geopolitik, menimbulkan pertanyaan besar mengenai minat investor jangka pendek terhadap aset digital yang didukung Ripple ini. Data terbaru per awal April 2026 menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam dinamika pasar XRP.

Aktivitas XRP Turun Drastis, Sinyal Apa Ini?
Dalam rentang 30 hari terakhir, data transaksi XRP menunjukkan deposit sekitar 310.500, sementara penarikan mencapai 329.400. Ini menghasilkan selisih negatif sekitar 18.900 transaksi, mengindikasikan adanya arus keluar bersih dari bursa. Analisis dari kabartifa.id menyoroti bahwa penurunan ini bukan sekadar outflow, melainkan cerminan dari merosotnya total aktivitas pasar secara drastis. Angka saat ini jauh di bawah periode sebelumnya di tahun 2025, di mana transaksi sempat melampaui 6 juta dalam 30 hari.
Penurunan aktivitas ini secara langsung mengindikasikan berkurangnya minat spekulatif dan perdagangan jangka pendek. Pasar XRP saat ini tampak memasuki fase stagnasi, dengan tekanan beli dan jual yang sama-sama melemah, berujung pada volatilitas yang lebih rendah.
Outflow: Akumulasi atau Pelemahan Minat?
Namun, di balik angka-angka tersebut, dominasi penarikan dibandingkan deposit bisa menjadi sinyal menarik. Perpindahan aset dari bursa ke dompet pribadi sering diinterpretasikan sebagai strategi penyimpanan jangka panjang atau fase akumulasi. Ini menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin tetap optimistis terhadap prospek XRP, meskipun gairah trading sedang lesu.
Tekanan Harga dan Minat Institusi Masih Terbatas
Dalam satu pekan terakhir, harga XRP tercatat mengalami koreksi hampir 3%. Meskipun demikian, kapitalisasi pasarnya tetap tangguh, melampaui BNB dengan nilai sekitar $81 miliar. Di sisi investor institusi, antusiasme masih terbatas. ETF XRP spot hanya mencatat inflow harian kecil sebesar $64.610 pada 2 April, dan bahkan mengalami outflow mingguan sebesar $3,56 juta. Ini menggarisbawahi kehati-hatian investor institusional di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global.
Ripple Tetap Kokoh Secara Fundamental
Di tengah gejolak pasar dan aktivitas yang menurun, Ripple justru menunjukkan kekuatan fundamental yang solid. Lembaga pemeringkat KBRA baru-baru ini memberikan rating BBB kepada Ripple Prime, unit broker milik Ripple. Penilaian positif ini didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, ekspansi layanan yang agresif, serta kekuatan finansial perusahaan yang ditopang oleh cadangan kas besar dan kepemilikan XRP dalam jumlah signifikan.
Analisis Ahli: Konsolidasi Menuju Arah Baru
Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa penurunan aktivitas XRP lebih mencerminkan fase konsolidasi pasar, bukan semata-mata sinyal negatif. "Turunnya transaksi menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif, yang sering terjadi saat pasar memasuki fase menunggu arah baru," jelas tim tersebut.
Mereka juga menyoroti potensi sinyal positif dari outflow. "Outflow dari bursa bisa mengindikasikan akumulasi oleh investor jangka panjang. Jika didukung sentimen positif dari sisi fundamental, kondisi ini berpotensi menjadi dasar pergerakan harga berikutnya," tambah mereka.
Dengan aktivitas yang menurun dan minat investor yang masih terbatas, XRP kini berada di fase krusial. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen makroekonomi global, dinamika pasar kripto secara keseluruhan, serta perkembangan fundamental dari Ripple itu sendiri.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

