KabarTifa- Dunia teknologi kecerdasan buatan (AI) sedang bergeser. Selama ini, Large Language Models (LLM) menjadi primadona, namun biaya pelatihan dan implementasinya yang selangit membuat banyak perusahaan, terutama startup, gigit jari. Kini, Small Language Models (SLM) muncul sebagai solusi revolusioner yang siap mendisrupsi industri.
Berbeda dengan LLM yang haus data dan daya komputasi, SLM menawarkan efisiensi luar biasa. Dilatih dengan dataset yang lebih kecil dan membutuhkan sumber daya yang jauh lebih rendah, SLM mampu bersaing bahkan melampaui LLM dalam tugas-tugas spesifik. Keunggulan ini tak hanya berdampak pada kecepatan pelatihan dan implementasi, tapi juga pada biaya operasional yang jauh lebih terjangkau.

Bayangkan, Anda bisa membangun dan mengadaptasi SLM dari LLM yang sudah ada. Ukurannya yang ringkas memungkinkan penerapan on-premise, tanpa ketergantungan pada cloud storage. Jika bersifat open-source, fleksibilitasnya semakin meningkat. Dengan dataset yang dipilih secara cermat, SLM dapat difokuskan untuk mengatasi isu-isu krusial seperti tata kelola data, privasi, dan mitigasi bias.
Kegunaan SLM sangat luas. Bayangkan sebuah SLM seperti Tiny Time Mixers (TTM) yang mampu memprediksi tren masa depan dengan kecepatan tinggi, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga fluktuasi pasar keuangan. Kolaborasi dengan LLM yang lebih besar, seperti Granite 3.2, menghasilkan akurasi dan kecepatan yang luar biasa dalam chain-of-thought reasoning, sehingga mempercepat penyelesaian masalah dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Perusahaan kini mulai mengadopsi pendekatan hybrid, menggabungkan kekuatan LLM dan efisiensi SLM. LLM digunakan untuk memecahkan masalah kompleks, sementara SLM mereplikasi solusi tersebut dengan biaya yang jauh lebih rendah. Ini seperti memiliki mobil balap (SLM) dan truk tronton (LLM) – keduanya mencapai tujuan yang sama, namun dengan cara yang berbeda.
Roy Kosasih, Presiden Direktur IBM Indonesia, menegaskan bahwa SLM adalah kunci penghematan biaya operasional AI. Dengan memanfaatkan model yang lebih kecil dan sesuai kebutuhan, efisiensi, akurasi, dan keuntungan bisnis dapat ditingkatkan secara signifikan.
Masa depan AI tampak cerah dengan SLM sebagai pemain kunci. Kemampuannya dalam mendukung agen AI dengan otonomi tinggi, penalaran canggih, dan kemampuan pemecahan masalah yang kompleks, akan terus mendorong inovasi dan transformasi digital di berbagai sektor. Pertumbuhan pasar SLM yang diprediksi mencapai 15% dalam lima tahun ke depan semakin mengukuhkan potensi besar teknologi ini. Siap-siap menyaksikan revolusi AI skala kecil!