Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Miliarder Ini Rugi 30% di Awal 2025!
    Crypto

    Miliarder Ini Rugi 30% di Awal 2025!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini03-04-2025 - 19.15Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Miliarder Ini Rugi 30% di Awal 2025!
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Anthony Scaramucci, pendiri SkyBridge Capital dan pendukung kripto terkemuka, merasakan pahitnya pasar kripto di awal tahun 2025. Meskipun dikenal optimis terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya, strategi investasinya yang agresif justru menelan kerugian besar. Berdasarkan laporan dari kabartifa.id yang mengutip finbold.com, Scaramucci, mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih di era Trump (yang hanya bertahan 10 hari), mengalami penurunan nilai portofolio yang signifikan.

    Lebih dari 50% portofolio Scaramucci dialokasikan ke Bitcoin (BTC). Ia juga berinvestasi besar di Solana (SOL), Avalanche (AVAX), dan Polkadot (DOT), yang dipilihnya karena nilai utilitasnya. Dalam podcast Bankless awal Januari, ia bahkan menyebut Solana sebagai pilihan utama blockchain layer-one. Ia juga tetap yakin Bitcoin akan mencapai US$ 100.000 pada 2024, didorong oleh antusiasme terhadap ETF Bitcoin.

    Miliarder Ini Rugi 30% di Awal 2025!
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Namun, kebijakan ekonomi Donald Trump, khususnya rencana tarif global yang diumumkan pada 1 Februari, berdampak buruk pada portofolio Scaramucci. Langkah proteksionis tersebut memicu aksi jual besar-besaran di aset berisiko, termasuk kripto.

    Portofolio kuartal pertama 2025 Scaramucci menunjukan penurunan tajam. Investor yang meniru strateginya dengan menginvestasikan US$ 1.000 secara merata ke empat aset utama tersebut sejak 1 Januari, kini hanya memiliki sekitar US$ 700. Ini berarti kerugian 30% hanya dalam tiga bulan. AVAX dan DOT mengalami penurunan lebih drastis, masing-masing 45% dan 37%.

    Kegagalan strategi Scaramucci ini menjadi pelajaran berharga. Meskipun pendekatan high-conviction terbukti menguntungkan selama pasar bullish, ketika pasar berbalik arah, portofolio yang terlalu terkonsentrasi justru meningkatkan risiko kerugian besar. Diversifikasi aset dan strategi yang lebih seimbang, misalnya dengan menyertakan stablecoin, dapat mengurangi dampak volatilitas pasar.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan merupakan saran investasi atau ajakan trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleIngin Nostalgia Masa Kecil? 7 Game Mirip Tamagotchi Ini Bikin Kamu Ketagihan!
    Next Article LBank Raih Rekor! Trading Tembus 4 Miliar Dolar!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    XRP Siap Meledak? Target US$3 Setelah Koreksi!

    10-01-2026 - 19.45
    Crypto

    Sinyal Emas Solana: $156 di Depan Mata!

    10-01-2026 - 19.30
    Crypto

    Dogecoin Terjun Bebas! Support Krusial Ini Kunci Selamat?

    10-01-2026 - 19.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.