Ancaman Nyata di Ujung Tanduk: Sinyal Risiko Delisting, ACX, LSK, dan STX Kompak Tertekan
KabarTifa.ID – 24 Juli 2026 | Pasar aset kripto kembali bergejolak dengan adanya kabar mengejutkan dari raksasa bursa global, Binance. Tiga aset kripto, yaitu Across Protocol (ACX), Lisk (LSK), dan Stacks (STX), kini berada di bawah pengawasan ketat Binance setelah ditambahkan ke dalam daftar Monitoring Tag pada 24 Juli. Penambahan status ini sontak memicu kekhawatiran investor dan menyebabkan sinyal risiko delisting, ACX, LSK, dan STX kompak tertekan di pasar.
Menurut tim Research Tokocrypto, Monitoring Tag merupakan sistem peringatan dini yang digunakan Binance untuk mengidentifikasi aset kripto yang menunjukkan volatilitas dan risiko lebih tinggi dibandingkan token lain yang terdaftar di platform mereka. Meskipun penambahan tag ini tidak serta merta berarti token akan langsung dihapus, status ini menjadi indikasi kuat bahwa proyek-proyek terkait harus segera berbenah dan memenuhi kriteria listing Binance pada evaluasi berikutnya.
Evaluasi Ketat Binance dan Faktor Penyebab
Binance menegaskan bahwa token yang masuk dalam daftar pengawasan akan dipantau secara berkala. Jika proyek gagal memenuhi standar yang ditetapkan, token tersebut berisiko tinggi untuk tidak lagi memenuhi kriteria listing dan pada akhirnya dapat dihapus dari platform. Beberapa faktor krusial yang menjadi pertimbangan Binance dalam proses evaluasi ini meliputi:
- Komitmen dan kinerja tim pengembang proyek.
- Tingkat aktivitas pengembangan proyek.
- Volume perdagangan token di pasar.
- Stabilitas jaringan blockchain yang digunakan.
- Perubahan signifikan pada tokenomics (ekonomi token).
Lebih lanjut, indikasi penipuan, kelalaian dalam operasional, atau masalah serius lainnya yang berkaitan dengan kinerja proyek juga dapat menjadi alasan utama sebuah token masuk ke dalam daftar pengawasan Binance. Sinyal risiko delisting ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar.
Dampak Pasar: Harga ACX, LSK, dan STX Anjlok
Reaksi pasar terhadap pengumuman Binance ini sangat cepat dan dramatis. Segera setelah penambahan Monitoring Tag, harga ketiga token tersebut mengalami penurunan signifikan sebelum akhirnya menunjukkan sedikit pemulihan. Lisk (LSK) menjadi salah satu yang paling terpuruk, sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarahnya di US$0,074 di Binance. Meskipun ada sedikit pemulihan, LSK dilaporkan masih melemah sekitar 3,85% dalam sehari, menunjukkan sentimen negatif investor yang masih dominan.
Across Protocol (ACX) juga tidak luput dari tekanan. Token ini sempat jatuh ke level terlemahnya sejak Maret, yaitu US$0,035. Meskipun demikian, ACX berhasil memangkas sebagian kerugiannya dan berada dalam penurunan sekitar 1,14% pada saat laporan ini disusun.
Sementara itu, Stacks (STX) mencatat penurunan terdalam di antara ketiganya. STX sempat anjlok ke US$0,143, level terendah yang belum pernah terjadi sejak akhir tahun 2020. Pada saat penulisan, STX masih menunjukkan pelemahan sekitar 7,05%. Reaksi pasar yang tajam ini menggarisbawahi sensitivitas investor terhadap potensi delisting, terutama pada token yang likuiditas dan sentimen pasarnya sangat bergantung pada bursa besar seperti Binance. Sinyal risiko delisting yang kuat ini membuat investor harus ekstra hati-hati.
Riwayat yang Memicu Kekhawatiran Lebih Lanjut
Kekhawatiran investor semakin beralasan mengingat adanya catatan historis di mana beberapa token yang pernah masuk dalam daftar Monitoring Tag Binance akhirnya benar-benar dihapus dari platform. Sebagai contoh, pada Juni 2025, Beefy.Finance (BIFI) dan Measurable Data Token (MDT) menerima Monitoring Tag. Kemudian, pada Maret 2026, FunToken (FUN) dan Orchid (OXT) juga mengalami nasib serupa. Keempat token tersebut akhirnya dikonfirmasi akan didelisting dari Binance pada April 2026, bersamaan dengan FIO Protocol (FIO) dan Wanchain (WAN).
Riwayat kelam ini tentu saja membuat investor menjadi lebih waspada terhadap ACX, LSK, dan STX. Meskipun Monitoring Tag bukan keputusan delisting final, status ini berfungsi sebagai peringatan keras bagi proyek terkait dan para pemegang token. Sinyal risiko delisting yang diumumkan Binance ini harus menjadi perhatian serius.
Prospek ke Depan dan Rekomendasi
Untuk saat ini, tekanan terhadap ACX, LSK, dan STX kemungkinan besar akan terus bergantung pada beberapa faktor kunci. Respons dari masing-masing tim proyek, perkembangan volume perdagangan, serta hasil evaluasi lanjutan dari Binance akan sangat menentukan nasib ketiga token ini. Jika proyek-proyek tersebut mampu menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat, menjaga likuiditas, dan berkomunikasi secara transparan dengan komunitas, risiko delisting dapat berkurang.
Namun, selama status Monitoring Tag masih melekat, ketiga token tersebut kemungkinan akan terus menghadapi sentimen negatif dan volatilitas harga yang lebih tinggi dalam jangka pendek. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil keputusan investasi terkait aset-aset ini. Penting untuk diingat bahwa investasi aset kripto mengandung risiko tinggi.

