Editor: BobonSyah
KabarTifa- Aset kripto Pi Network (PI) kembali terperosok dalam tekanan jual signifikan, mencatat penurunan harga yang mengkhawatirkan dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan pantauan data terbaru, nilai PI terkoreksi 1,53%, memperpanjang tren pelemahan bulanan yang telah mencapai sekitar 15,32% dalam kurun waktu 30 hari. Situasi ini mengindikasikan sentimen pasar yang kian pesimistis terhadap Pi Network, meskipun upaya tim pengembang untuk mendorong adopsi ekosistem terus digencarkan.

Anjloknya harga PI saat ini bukan semata-mata akibat dinamika teknikal pasar, melainkan merupakan akumulasi dari beberapa faktor krusial. Di antaranya adalah minimnya adopsi utilitas nyata, tekanan suplai yang berasal dari jadwal pembukaan token (unlock), serta kondisi pasar kripto global yang masih diselimuti sentimen kehati-hatian atau ‘risk-off’.
Dorongan Utilitas Belum Mampu Menahan Gelombang Jual
Meskipun tim Pi Network telah berupaya keras mendorong pemanfaatan token, hasilnya belum sesuai harapan. Contohnya, pada Desember 2025, mereka meluncurkan kampanye ‘holiday commerce’ yang menawarkan insentif seperti diskon dan undian untuk transaksi menggunakan PI di berbagai merchant. Program ini dirancang untuk meningkatkan utilitas praktis PI dalam ekosistem pembayaran. Namun, kenyataannya, inisiatif tersebut belum cukup kuat untuk menahan gelombang tekanan jual dari para pemegang token. Sejak mainnet diluncurkan Februari lalu, harga PI telah merosot lebih dari 90%, mendorong banyak ‘holder’ untuk memilih mengamankan likuiditas mereka daripada aktif berpartisipasi dalam ekosistem.
Pola serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada perayaan Pi Day (14 Maret), lonjakan aktivitas komunitas justru diikuti oleh aksi jual masif, di mana pengguna segera menukar PI ke stablecoin setelah harga sempat mengalami reli singkat. Risiko serupa kini kembali membayangi, dengan peningkatan kecepatan perputaran token (token velocity) yang tidak diimbangi oleh pertumbuhan permintaan yang seimbang.
Sinyal Teknikal Masih Menunjukkan Tren Bearish
Secara teknikal, prospek harga PI masih diselimuti awan gelap. Saat ini, PI diperdagangkan di sekitar level $0,202, jauh di bawah seluruh ‘moving average’ (MA) utama, mengindikasikan tren penurunan yang kuat. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 39,41, menegaskan momentum ‘bearish’ tanpa adanya sinyal ‘oversold’ yang cukup kuat untuk memicu pembalikan.
Lebih lanjut, analisis Fibonacci retracement menyoroti area resistensi krusial di $0,261 (level 23,6%), sebuah batas yang terbukti sulit ditembus oleh harga PI. Sejak November 2025, grafik harian PI telah membentuk pola ‘descending triangle’, dengan area penolakan berulang di sekitar $0,21. Apabila harga gagal bertahan dan mencatat penutupan harian di bawah $0,195, tekanan jual diperkirakan akan semakin intens, membuka jalan menuju level dukungan psikologis $0,15, yang merupakan titik terendah yang pernah dicapai PI sepanjang tahun 2025.
Tekanan Makro dan Pembukaan Token Perparah Sentimen
Tekanan eksternal juga turut memperparah kondisi Pi Network. Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto (Crypto Fear & Greed Index) saat ini bertengger di angka 29/100, merefleksikan sentimen ‘ketakutan’ yang mendominasi pasar. Bersamaan dengan itu, dominasi Bitcoin yang mencapai 59% secara efektif menyedot likuiditas dari altcoin, termasuk PI.
Ancaman lain yang patut diwaspadai adalah rencana pembukaan sekitar 182 juta token PI dalam 30 hari mendatang, yang setara dengan nilai sekitar $36,8 juta. Mengingat rasio perputaran (turnover) token PI yang rendah, hanya 0,67%, pasar PI tergolong sangat tidak likuid. Oleh karena itu, lonjakan suplai ini berpotensi besar memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap harga. Perpaduan antara peningkatan suplai, minat beli yang minim, dan kondisi pasar global yang defensif ini menciptakan apa yang bisa digambarkan sebagai ‘badai sempurna’ bagi pergerakan harga PI.
Secara keseluruhan, kemerosotan harga Pi Network (PI) saat ini merupakan cerminan nyata dari ketiadaan katalis permintaan yang cukup kuat untuk membendung tekanan suplai dan sentimen pasar yang penuh kehati-hatian. Upaya mendorong utilitas terbukti belum mampu mengubah perilaku para ‘holder’, sementara sinyal teknikal dan faktor makroekonomi secara konsisten menunjukkan kecenderungan ‘bearish’.
Menatap ke depan, para pelaku pasar akan menanti dengan cermat apakah Pi Core Team mampu menghadirkan katalisator besar, seperti percepatan proses ‘listing’ di bursa kripto global terkemuka atau implementasi mekanisme pengurangan suplai (token burn) yang efektif. Tanpa adanya langkah strategis dan fundamental tersebut, level $0,15 berpotensi besar menjadi target pengujian berikutnya bagi pergerakan harga PI.
PENTING: Investasi dan perdagangan aset kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Setiap keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi, riset, atau rekomendasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang dapat menjamin atau bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Artikel ini murni bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto apa pun. Informasi lebih lanjut mengenai aset kripto dapat ditemukan di kabartifa.id.

