Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga aset kripto XRP menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan setelah dua pekan bergerak stagnan dalam fase konsolidasi. Di tengah sentimen pasar yang diwarnai ketegangan geopolitik global, tekanan jual terhadap XRP semakin menguat, memunculkan kekhawatiran akan potensi penurunan harga menuju level krusial $1,12.

Dilaporkan KabarTifa.id, XRP saat ini diperdagangkan di sekitar $1,33, terjebak dalam rentang sempit antara $1,25 hingga $1,40. Sejak mencapai puncaknya pada bulan Maret lalu, nilai XRP telah merosot sekitar 16%, meskipun sempat mendapat dorongan positif dari kejelasan regulasi di Amerika Serikat. Kondisi pasar yang cenderung "risk-off" akibat isu geopolitik menjadi salah satu pemicu utama tekanan ini, membuat investor menarik diri dari aset berisiko.
Aksi Jual Investor Besar dan Aliran Dana ke Bursa
Salah satu faktor dominan yang membebani harga XRP adalah aksi jual masif dari investor institusional atau yang dikenal sebagai "whale". Data menunjukkan bahwa sejak Oktober tahun lalu, para whale telah melepas XRP senilai sekitar $6 miliar, memanfaatkan setiap lonjakan harga untuk mengamankan keuntungan dan keluar dari posisi mereka.
Selain itu, dalam dua hari terakhir saja, sekitar $160 juta XRP telah dipindahkan ke bursa. Pergerakan dana dalam jumlah besar ini seringkali menjadi indikasi kuat adanya potensi penjualan, yang jika benar-benar dilepas ke pasar, dapat memperparah tekanan jual yang sudah ada.
"Peningkatan aliran masuk ke bursa biasanya menjadi sinyal awal tekanan jual. Ini mengindikasikan bahwa sebagian investor mungkin bersiap untuk melepas aset mereka di tengah ketidakpastian pasar," ujar Tim Riset Tokocrypto. Mereka juga menambahkan bahwa sentimen global, khususnya dari aspek geopolitik, saat ini sangat mempengaruhi minat risiko investor terhadap aset kripto seperti XRP.
Minat Derivatif Melemah, Sinyal Teknikal Mengkhawatirkan
Di pasar derivatif, minat terhadap XRP juga terlihat memudar. Open interest XRP telah stagnan di kisaran $2 hingga $3 miliar selama lebih dari sebulan terakhir, jauh di bawah angka $9 miliar yang tercatat pada Oktober. Kondisi ini menunjukkan berkurangnya ketertarikan trader terhadap XRP, yang pada gilirannya membatasi momentum untuk mendorong harga naik.
Secara teknikal, sinyal bearish semakin jelas dalam jangka pendek. Terjadi "bearish crossover" antara Simple Moving Average (SMA) 20 hari dan SMA 50 hari, sebuah indikator klasik pelemahan tren. Indikator Supertrend juga telah berubah menjadi merah, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di bawah level netral. Kombinasi sinyal ini membuka jalan bagi XRP untuk menguji level support krusial di $1,12. Jika level ini gagal dipertahankan, harga berisiko melanjutkan penurunan ke area psikologis $1.
Secercah Harapan Jangka Panjang
Meski tekanan jangka pendek cukup kuat, tidak semua pandangan suram. Beberapa analis tetap optimis terhadap potensi jangka panjang XRP. Seperti yang diungkapkan oleh Ali Charts melalui akun X-nya, XRP saat ini diperdagangkan dalam pola "ascending triangle" raksasa selama sembilan tahun di grafik bulanan. Jika XRP mampu keluar dari pola ini, potensi "bull market" besar di masa depan masih terbuka lebar.
Namun, untuk saat ini, arah harga XRP diperkirakan akan sangat bergantung pada seberapa kuat tekanan jual dan stabilitas kondisi pasar global yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memantau perkembangan pasar dengan seksama.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

