KabarTifa- Pasar kripto kembali bergejolak, dengan dominasi Bitcoin (BTC) yang semakin menguat. Kondisi ini berdampak signifikan pada altcoin, yang tercermin dari koreksi tajam pada TOTAL3 – kapitalisasi pasar seluruh altcoin tanpa Bitcoin dan Ethereum. Bahkan, saat terjadi flash crash, TOTAL3 sempat anjlok lebih dari 35%.
Lantas, kapan altcoin akan kembali bersinar dan memasuki fase altcoin season? Benjamin Cowen, pendiri platform analisis pasar kuantitatif Into The Cryptoverse, memprediksi bahwa altcoin season baru akan benar-benar dimulai ketika rasio TOTAL3/BTC menyentuh level 0.25, seperti yang terjadi pada dua periode altcoin season sebelumnya.

TOTAL3 sendiri merupakan indikator yang menggambarkan nilai gabungan dari seluruh altcoin di pasar kripto, tidak termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Kenaikan TOTAL3 menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap proyek-proyek di luar BTC/ETH, sehingga dana mulai mengalir ke aset-aset yang dianggap lebih berisiko. Sebaliknya, penurunan TOTAL3 mengindikasikan adanya rotasi modal kembali ke aset-aset besar atau stablecoin, menandakan fase defensif di pasar.
Saat ini, TOTAL3 berada pada level yang sama dengan harga tertinggi pada tahun 2021. Meskipun demikian, banyak investor kripto yang belum merasakan euforia altcoin season seperti yang terjadi pada tahun tersebut. Cowen menjelaskan bahwa TOTAL3 mungkin saja naik karena pasar kripto sedang berada dalam fase bull market yang dipimpin oleh Bitcoin, namun altcoin cenderung masih "berdarah-darah" terhadap BTC.
Untuk mempermudah pembacaan pergerakan TOTAL3, Cowen menyarankan untuk menggunakan rasio (TOTAL3-USDT)/BTC. Jika melihat grafik terbaru rasio ini, pasar altcoin saat ini hanya setara dengan 39% dari Bitcoin, yang menunjukkan bahwa altcoin secara struktural terus melemah terhadap Bitcoin, dan rotasi modal kembali ke "raja kripto" sedang berlangsung.
Secara historis, rasio (TOTAL3-USDT)/BTC sering kali mengalami kenaikan yang memicu altcoin season setelah mencapai titik terendah di area 0.25. Hingga akhir tahun 2025 ini, rasio tersebut belum pernah menyentuh level 0.25 dan secara keseluruhan terus menurun dan membentuk lower high.
Namun, jika kita mengurangi indeks altcoin tersebut dengan USDT dan USDC lalu dibagi dengan Bitcoin, maka flash crash kemarin membuat rasio tersebut menyentuh titik terendah. Hal ini dapat mengindikasikan potensi bottoming mungkin telah, atau akan segera terjadi.
Cowen menekankan bahwa pasangan ALT/BTC cenderung terus melemah hingga mencapai level rendah baru, seperti yang terlihat pada siklus sebelumnya di mana altcoin season baru dimulai setelah ALT/BTC menyentuh range lows yang lebih rendah dari level saat ini. Ia menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap pergeseran likuiditas, karena altcoin sering kali mengalami penurunan 40-50% saat BTC hanya koreksi 10%, menandakan bahwa altcoin season baru akan datang setelah fase ini selesai.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

