KabarTifa- Indikator teknikal Bitcoin, Spent Output Profit Ratio (SOPR), mendekati zona kritis 1.02 setelah mencapai 1.018 dalam 90 hari terakhir. Level ini secara historis memicu koreksi harga signifikan, seperti yang terjadi pada Maret 2024 dan Februari 2025, di mana Bitcoin anjlok 10-20% dalam dua minggu.
Dengan harga Bitcoin saat ini di sekitar US$ 66.000, pelaku pasar kini waspada terhadap potensi tekanan jual serupa. SOPR sendiri mengukur profitabilitas koin yang berpindah tangan di jaringan. Nilai di atas 1.0 menandakan rata-rata pemegang menjual dengan untung. Namun, mendekati 1.02 seringkali menjadi sinyal aksi ambil untung besar-besaran yang memicu koreksi jangka pendek.

Menurut seorang analis, setiap kali SOPR melampaui 1.02, harga Bitcoin cenderung turun dalam dua minggu berikutnya, menjadikannya zona yang patut diwaspadai.
Selain SOPR, metrik on-chain seperti NVT dan NVM ratio juga menunjukkan penurunan, mengindikasikan bahwa kenaikan harga Bitcoin mungkin tidak sepenuhnya didukung oleh pertumbuhan utilitas jaringan. Jika tren ini berlanjut, fondasi kenaikan harga Bitcoin bisa melemah.
Di sisi lain, Funding Rate berbobot Open Interest yang terus positif sejak awal Juli menunjukkan kecenderungan trader derivatif untuk mengambil posisi long (bullish). Hal ini meningkatkan risiko "shakeout" jika harga Bitcoin tiba-tiba terkoreksi.
Meskipun belum ada lonjakan ekstrem pada funding rate, kombinasi SOPR di atas 1.02 dan leverage tinggi berpotensi memicu guncangan pasar yang cepat.
Menariknya, terlepas dari potensi tekanan jual, net outflow Bitcoin dari bursa tetap tinggi, dengan lebih dari 31.000 BTC keluar dalam beberapa hari terakhir. Ini menandakan akumulasi jangka panjang, bukan distribusi untuk ambil untung. Artinya, pelaku pasar besar masih enggan melepas koin mereka, dan SOPR tinggi belum diikuti dengan lonjakan inflow ke bursa.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pasar Bitcoin berada di persimpangan jalan. Jika tren outflow bertahan dan funding tetap terkendali, koreksi besar mungkin bisa dihindari. Namun, jika SOPR menembus 1.02 dan funding melonjak, volatilitas tajam bisa terjadi sewaktu-waktu.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. KabarTifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
Editor: BobonSyah
