KabarTifa- Harga Bitcoin (BTC) sedang berada di titik kritis, berjuang mempertahankan posisi di atas US$85.000. Pergerakan harga yang sangat fluktuatif dalam 24 jam terakhir, antara US$84.788 hingga US$87.723, menunjukkan pertarungan sengit antara pembeli dan penjual. Saat berita ini diturunkan, Bitcoin tercatat turun 3,4 persen di angka US$84.152 (data Coingecko).
Analisis teknikal menunjukkan pola segitiga simetris yang telah jebol ke bawah, mengindikasikan potensi penurunan lebih lanjut. Tekanan jual yang kuat, terutama selama sesi perdagangan Asia, gagal menembus resistensi kuat di sekitar US$87.000. Sementara itu, celah harga (CME gap) di US$84.150 menjadi potensi target penurunan berikutnya.

Level US$85.000 kini menjadi penentu utama. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas angka ini, kemungkinan rebound masih terbuka. Namun, penembusan di bawahnya bisa memicu penurunan lebih dalam menuju US$84.150, bahkan hingga US$83.500. Untuk membalikkan tren bearish, Bitcoin perlu menembus dan bertahan di atas rentang US$86.500 – US$87.000, dengan target selanjutnya di US$88.000 hingga US$90.000. Namun, wilayah tersebut juga dikenal sebagai area resistensi kuat.
Situasi pasar saat ini sangat rawan. Berlanjutnya tekanan jual dan kegagalan mempertahankan US$85.000 mengindikasikan potensi penurunan signifikan. Sebaliknya, jika pembeli mampu mendorong harga kembali di atas US$88.000, itu bisa menjadi sinyal kuat untuk pembalikan tren bullish menuju US$90.000.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai rekomendasi investasi atau saran trading. Investasi di aset kripto sangat berisiko dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.
Editor: BobonSyah