KabarTifa- Harga Bitcoin terus merosot, membuat para analis teknikal fokus pada dua level krusial: US$105.000 dan US$90.000. Boris, analis on-chain dan trader berpengalaman, mengungkapkan bahwa peta panas likuidasi dari Alphatractal mengindikasikan potensi pergeseran besar dalam sentimen pasar. Berdasarkan data kabartifa.id, heatmap 3 bulan menunjukkan zona US$108.000 hingga US$104.000 sebagai area padat likuidasi posisi long. Ini berarti banyak posisi beli jangka panjang telah ditutup paksa, membuka peluang bagi trader short untuk mendominasi.
Boris menyebut fenomena ini sebagai "Alpha Signal," menunjukkan potensi membangun posisi long baru. "Zona merah itu sering menjadi titik beli. Yang penting adalah melihat akumulasi berbasis volume dan pola pembalikan. Jika ritel panik jual, biasanya itulah momen untuk masuk," tulis Boris di media sosial X, Sabtu (30/8/2025).

Namun, peta heatmap 6 bulan menunjukkan gambaran berbeda. Level US$90.000 tampak sebagai zona kapitulasi yang lebih dalam, potensial memicu depresi pasar. Jika harga jatuh ke level tersebut, pembalikan harga bisa sangat agresif karena banyak trader short akan terjebak dan likuidasi massal berpotensi mendorong harga naik tajam. "Jika kita bicara tentang titik kapitulasi besar-besaran, itu ada di US$90.000. Jika pembalikan terjadi dari sana, akan sangat brutal ke atas," tegasnya.
Boris menyarankan agar investor memperhatikan volume dan pola pembalikan harga sebelum mengambil keputusan investasi. Perlu diingat bahwa pasar kripto sangat volatil dan berisiko tinggi. Informasi ini semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai rekomendasi investasi. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi dalam aset kripto. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.
