Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Bitcoin Anjlok! Ark & BlackRock Jual, Apa Artinya?
    Crypto

    Bitcoin Anjlok! Ark & BlackRock Jual, Apa Artinya?

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini20-08-2025 - 19.15Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Bitcoin Anjlok! Ark & BlackRock Jual, Apa Artinya?
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    KabarTifa- Pasar Bitcoin kembali bergejolak. Penjualan besar-besaran oleh whale dan lembaga keuangan ternama seperti Ark dan BlackRock telah membuat harga Bitcoin tertekan dalam beberapa hari terakhir. Lebih dari 30.000 Bitcoin, senilai lebih dari US$ 3,45 miliar, telah dilepas oleh whale yang memiliki 10.000 hingga 100.000 BTC. Informasi ini dilansir dari finbold.com dan dihimpun oleh kabartifa.id.

    Penurunan harga Bitcoin mendekati area support kritis di US$ 115.000. Bukan hanya whale, data CryptoQuant (19 Agustus) menunjukkan long-term holder juga ikut menjual aset mereka, menambah tekanan bearish pada pasar. Saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di US$ 115.553, naik tipis 0,45 persen harian, namun masih turun 2,5 persen dalam sepekan. Ancaman penurunan lebih lanjut ke US$ 112.500, bahkan US$ 110.000, menjadi nyata jika tekanan jual terus berlanjut.

    Bitcoin Anjlok! Ark & BlackRock Jual, Apa Artinya?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Menambah kekhawatiran, beberapa penerbit ETF Bitcoin besar juga ikut memangkas kepemilikan mereka. Ark 21Shares melepas sekitar 559,85 BTC (US$ 64,4 juta), sementara BlackRock menjual 490 BTC (US$ 68,7 juta). Meskipun jumlahnya relatif kecil dibandingkan total portofolio mereka, timing penjualan ini bertepatan dengan mundurnya Death Cross pada grafik dominasi Bitcoin, sebuah sinyal teknis yang sering dikaitkan dengan pergeseran modal ke aset lain.

    Situasi ini semakin memperparah kondisi pasar kripto yang sudah rapuh dan likuiditas yang melemah. Pertanyaan besar muncul: apakah ini hanya rebalancing taktis karena faktor makroekonomi, atau sinyal pergeseran sikap institusional terhadap Bitcoin? Ketidakpastian ini juga membuat investor ritel ragu, dengan beberapa di antaranya mempertimbangkan untuk menunggu koreksi besar hingga Bitcoin mencapai US$ 100.000 atau bahkan US$ 90.000.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleBitcoin Naik di Oktober? Prediksi Mengejutkan!
    Next Article Oppo F31: Monster Baterai 7000mAh Siap Menggebrak!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Geger! Visa Gandeng Polygon, Revolusi Pembayaran Global?

    30-04-2026 - 13.15
    Crypto

    Pi Network Terjun Bebas! Ancaman Makro Hantui Kripto?

    30-04-2026 - 13.00
    Crypto

    LINK Terjepit! Akankah Tembus $10 atau Jatuh ke $8?

    30-04-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.