KabarTifa- Geger! Pasar kripto kembali dihebohkan oleh aksi jual besar-besaran Bitcoin oleh seorang whale. Aksi ini membuat harga Bitcoin terjun bebas, mendekati angka psikologis yang membuat trader was-was. Namun, benarkah ini pertanda buruk? Mari kita bedah lebih dalam.
Seorang whale membuang 24.000 BTC senilai lebih dari US$2,7 miliar ke pasar akhir pekan lalu. Transaksi ini, yang tercatat melalui platform Hyperunite, menyebabkan harga Bitcoin anjlok sekitar US$4.000 dalam hitungan menit, menyentuh angka US$110.500 sebelum sedikit pulih di atas US$112.000. Menariknya, 12.000 BTC langsung dikirim ke Hyperunite, sementara sisanya dilepas secara bertahap. Meskipun demikian, whale tersebut masih menguasai lebih dari 152.000 BTC, bernilai lebih dari US$17 miliar! Potensi tekanan jual masih mengintai.

Analis on-chain, Sani, menyebut penjualan ini sebagai aksi ambil untung dari investasi jangka panjang. Sebagian besar koin tersebut diperoleh lebih dari satu dekade lalu, saat harga Bitcoin masih di bawah US$10. Dengan harga Bitcoin saat ini di atas US$110.000, setiap penjualan skala besar tentu akan memberikan dampak signifikan.
Fenomena menarik lainnya: pergerakan ke Ethereum. Sebuah whale lain menjual sekitar 18.142 BTC (lebih dari US$2 miliar) dan berinvestasi besar-besaran ke ETH, membeli sekitar 416.598 ETH dan melakukan staking lebih dari 275.000 ETH. Ini menunjukkan diversifikasi aset digital yang sedang terjadi. Bahkan, whale lain juga terlihat menjual BTC untuk membeli ETH, menandakan pergeseran minat ke jaringan Ethereum.
Aksi jual whale ini memicu efek domino. Trader ritel ikut panik dan melepas kepemilikan mereka, memperkuat tekanan jual dan membuat harga semakin tertekan. Namun, ini bukanlah hal baru. Siklus Bitcoin selalu diwarnai distribusi besar dari whale, yang biasanya diikuti konsolidasi harga.
Analisis Harga: Amankah Bitcoin?
Setelah aksi jual, Bitcoin sempat menyentuh US$110.500 sebelum kembali ke sekitar US$112.700. Area US$110.000 menjadi batas bawah yang krusial. Selama harga tidak ditutup di bawah angka tersebut, struktur pergerakan Bitcoin masih dianggap aman. Indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan tekanan jual dan peluang pemantulan jangka pendek. Namun, belum ada sinyal pembalikan tren yang kuat.
Alex Krügel, pendiri Aike Capital, optimistis Bitcoin akan naik setelah momentum jangka pendek mereda, terutama jika menembus US$113.500-US$114.000. Vijay Boyapati bahkan menyebut ini sebagai bagian dari siklus monetisasi terbesar dalam sejarah, dengan aksi jual whale sebagai hal yang wajar karena mereka telah mencapai target harga.
Ada dua skenario: konsolidasi harga di atas US$110.000 menunggu arus beli baru, atau koreksi tambahan jika US$110.000 ditembus. Namun, dengan indikator teknikal mendekati jenuh jual, skenario pertama lebih berpeluang. Yang penting adalah apakah whale akan terus menjual dalam beberapa hari ke depan.
Kesimpulan:
Aksi jual 24.000 BTC memang mengguncang pasar, tetapi belum mengubah arah utama Bitcoin. Selama harga di atas US$110.000, koreksi ini dianggap sehat dan bagian dari konsolidasi. Distribusi whale penting untuk monetisasi Bitcoin karena suplai terbatas. Penembusan US$113.500-US$114.000 akan memicu momentum positif. Namun, jika tekanan jual berlanjut, harga bisa kembali menguji US$110.000. Manajemen risiko tetap jadi kunci.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
