KabarTifa- Peter Schiff, ekonom sekaligus kritikus Bitcoin yang terkenal vokal, kembali menyerang aset kripto tersebut. Lewat unggahan di X (sebelumnya Twitter), Selasa (18/3/2025), Schiff menyatakan bahwa gelembung Bitcoin telah pecah. "Perhatian para Bitcoiner, waktumu habis. Kebanyakan dari kalian terlalu muda dan kurang berpengalaman untuk memahami apa yang dikatakan pasar," tulisnya. Schiff menambahkan bahwa emas fisik tengah meroket, sementara "emas bodoh" digital sedang jatuh bebas. Ia memperingatkan investor untuk waspada terhadap pergeseran pasar ini. Pernyataan kontroversial ini tentu saja memicu perdebatan di kalangan investor kripto.
Pendapat Schiff bertolak belakang dengan analisis dari seorang analis kripto yang dikenal sebagai CryptoSkull. Menurut CryptoSkull, dominasi Bitcoin diprediksi akan turun hingga 46 persen. Ia melihat penurunan ini sebagai fase akhir dari siklus pasar saat ini, dan justru memprediksi lonjakan harga altcoin. Berdasarkan grafik yang dibagikannya, BTC.D (dominasi Bitcoin) telah mencapai zona resistensi kuat di kisaran 54-56 persen, yang berpotensi memicu penurunan signifikan.

CryptoSkull menjelaskan bahwa penurunan harga Bitcoin dalam jangka pendek, bahkan hingga US$ 77.000, merupakan hal yang wajar dalam siklus pasar. Ia mencontohkan situasi serupa di masa lalu, di mana altcoin ikut melonjak setelah Bitcoin mengalami kenaikan atau penurunan harga signifikan. "Banyak investor panik saat terjadi penurunan, padahal ini hanya bagian dari siklus pasar," tulis CryptoSkull.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan merupakan saran investasi atau ajakan trading. Investasi di mata uang kripto memiliki risiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.
