KabarTifa- Bitcoin terakhir diperdagangkan di level US$ 120.000 pada 23 Juli, memicu pertanyaan besar di kalangan trader: akankah Bitcoin mencetak rekor harga baru di tahun ini? Meskipun ketidakpastian ekonomi global dan masa depan sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi ancaman, beberapa analis melihat tiga faktor kunci yang berpotensi mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin jauh melampaui US$ 2,3 triliun. Bahkan, beberapa prediksi berani menyebut Bitcoin bisa melampaui valuasi emas yang mencapai US$ 23 triliun (berdasarkan data kabartifa.id). Namun, analis lain mengingatkan bahwa pelepasan penuh dari korelasi dengan saham teknologi masih membutuhkan waktu, mengingat adopsi Bitcoin masih dalam tahap awal.
Bitcoin Bergerak Selaras dengan Raksasa Teknologi

Lonjakan valuasi Nvidia dari US$ 2,3 triliun menjadi US$ 4,4 triliun sejak Maret, meskipun laba bersih kuartalannya stagnan, menunjukkan dua hal. Pertama, pasar sedang bertaruh pada peningkatan pendapatan di masa depan. Kedua, metrik valuasi tradisional mungkin mulai kehilangan relevansinya. Dengan membengkaknya utang fiskal, pemerintah di berbagai negara diperkirakan akan mempercepat ekspansi moneter. Data menunjukkan pasokan uang global (M2) dari 21 bank sentral terbesar mencapai rekor US$ 55,5 triliun pada Juli, sementara defisit anggaran Amerika mencapai US$ 1,3 triliun hanya dalam sembilan bulan. Kondisi ini memperkuat sentimen bullish untuk Bitcoin, bahkan jika korelasinya dengan saham teknologi tetap kuat.
Investor Ritel Belum Masuk, Tapi Potensi Masih Terbuka Lebar
Meskipun Bitcoin telah mencatat kenaikan 116 persen dalam setahun terakhir, arus masuk investor ritel masih terbatas. Aplikasi kripto populer seperti Coinbase dan Robinhood belum kembali ke daftar 10 aplikasi terpopuler, terakhir kali terjadi pada November 2024. Padahal, kinerja Bitcoin jauh melampaui S&P 500 yang hanya naik 22 persen dalam periode yang sama. Kesenjangan ini bisa menjadi daya tarik bagi modal baru, terutama dengan meningkatnya eksposur media terhadap Bitcoin melalui langkah-langkah korporasi seperti Strategy (MSTR) dan MetaPlanet (MTPLF).
Dana Pensiun AS: Kunci Pintu Triliunan Dolar untuk Bitcoin?
Sentimen institusional mendapat suntikan adrenalin setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan aset alternatif, termasuk kripto, masuk ke akun pensiun 401(k). Michael Heinrich, CEO 0G Labs, menyebut kebijakan ini berpotensi membuka akses triliunan dolar dana pensiun untuk Bitcoin. Matt Hougan, CIO Bitwise, menambahkan bahwa perubahan ini bisa menjadi transformasi besar bagi industri. Saat ini, ETF Spot Bitcoin di Amerika mengelola aset senilai US$ 150 miliar, mendekati instrumen emas yang bernilai US$ 198 miliar per Juli 2025. Melewati angka tersebut bisa menjadi momen simbolis yang mengubah persepsi Bitcoin menjadi aset cadangan, bukan hanya aset spekulatif.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi di mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi.
