KabarTifa- Analis kuantitatif ternama, PlanB, kembali memanaskan pasar Bitcoin (BTC) dengan prediksi bullish-nya. Dalam sesi strategi terbaru di kanal YouTube miliknya yang memiliki lebih dari 213.000 subscriber, PlanB menegaskan bahwa BTC masih jauh dari nilai wajarnya, berdasarkan model stock-to-flow (S2F).
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 104.300, jauh di bawah proyeksi US$ 500.000 yang diprediksi model S2F. Model ini mengukur kelangkaan aset untuk memprediksi harga jangka panjang. "Bitcoin masih jauh dari nilai fundamentalnya. Saya perkirakan rata-rata harga dalam siklus empat tahun ini akan mencapai US$ 500.000. Kita masih di tahun pertama, dan masih ada tiga tahun lagi," ungkap PlanB.

Masih Awal Bull Market?
PlanB meyakini harga Bitcoin saat ini bukan puncak siklus, melainkan fase awal bull market. Ia menyebut euforia ETF awal 2024 sebagai "loop palsu". "Kita sempat naik ke zona bull market setelah persetujuan ETF spot Bitcoin Januari lalu," ujarnya. Namun, menurutnya, pasar kini kembali ke pola awal bull market sebelumnya. "Ini sinyal sangat bullish menurut saya," tegas PlanB.
PlanB memprediksi harga rata-rata Bitcoin dalam siklus empat tahun ini berpotensi mencapai US$ 250.000 hingga US$ 1 juta. Ini berarti lonjakan hingga 860% dari harga saat ini. Meskipun ambisius, PlanB menekankan akurasi model S2F di masa lalu, kendati sering dikritik kalangan akademisi dan analis teknikal konvensional.
Pemulihan harga Bitcoin juga terlihat pasca ketegangan di media sosial antara Donald Trump dan Elon Musk yang sempat membuat pasar kripto bergejolak.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bersifat informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
