KabarTifa- Lonjakan harga Bitcoin (BTC) hingga US$88.500 telah membangkitkan kembali nafsu para trader. Setelah periode panik di akhir Februari dan awal Maret lalu, saat harga sempat anjlok, kini kepercayaan diri, bahkan keserakahan, mulai terlihat. Hal ini diungkapkan oleh platform analitik blockchain, Santiment, melalui akun media sosial X mereka.
Santiment mencatat peningkatan signifikan aktivitas trader setelah kenaikan harga Bitcoin. Lebih banyak prediksi harga Bitcoin yang fantastis bermunculan di media sosial, mulai dari US$100.000 hingga US$159.000. Fenomena ini, menurut Santiment, mengindikasikan pasar memasuki fase "rakus", yang biasanya menjadi momentum ideal untuk mengamankan keuntungan.

Sebaliknya, saat Bitcoin dua kali menyentuh angka US$78.000 sebelumnya, sentimen pasar justru sangat pesimis. Banyak trader memprediksi penurunan drastis hingga kisaran US$10.000 – US$69.000. Ironisnya, kata Santiment, sentimen ekstrim seperti ini seringkali menjadi pertanda kebalikannya: kenaikan harga. Perlu diingat, pergerakan harga kripto seringkali berlawanan dengan opini mayoritas. "Optimisme berlebihan bisa jadi sinyal penurunan harga, sementara keputusasaan justru bisa menandakan pemulihan pasar," tegas Santiment.
Indeks Fear and Greed Kripto pun menguatkan hal ini. Pada 20 Maret 2025, indeks naik 15 poin ke angka 47, menandakan pergeseran dari "ketakutan" ke "netral". Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di US$87.713, mengalami koreksi kecil namun tetap menunjukkan peningkatan 0,6 persen dalam 24 jam terakhir.
Disclaimer: Semua informasi di kabartifa.id bertujuan edukatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.