KabarTifa- Bitcoin menunjukkan pergerakan harga yang tidak menentu menjelang akhir pekan, dengan volatilitas tinggi namun tanpa arah yang jelas. Seorang analis terkemuka di platform X dengan nama akun ‘CrypNuevo’ mengungkapkan bahwa Bitcoin saat ini berada di antara dua zona likuidasi utama, membuatnya rentan terhadap koreksi tajam.
CrypNuevo mencatat adanya "wick" panjang ke atas yang gagal diikuti oleh kenaikan harga lebih lanjut, yang membantu mengidentifikasi potensi penurunan minggu ini. Namun, penurunan terbaru juga menciptakan "wick" panjang ke bawah, yang kemungkinan akan terisi kembali dalam waktu dekat.

Berdasarkan data heatmap likuidasi dan pola pergerakan sebelumnya, CrypNuevo mengidentifikasi dua cluster likuidasi aktif. Analis tersebut memperkirakan harga Bitcoin berpotensi menyentuh zona atas terlebih dahulu sebelum kembali turun. Namun, dalam jangka menengah, zona bawah dipandang sebagai target yang lebih logis, terutama karena level US$ 113.800 muncul sebagai titik tekanan likuiditas tertinggi.
Grafik Bitcoin Futures menunjukkan adanya CME gap yang belum terisi di sekitar level US$ 114.300. CrypNuevo menilai bahwa gap ini hanya "meleset beberapa ratus dolar" dari penurunan terakhir, dan pasar kemungkinan akan mencoba untuk menutupinya. Skenario ini memperkuat kemungkinan harga kembali menguji zona US$ 114.500 – US$ 113.600 dalam satu hingga dua minggu mendatang.
Sementara itu, analis lain bernama Rekt Capital menyoroti bahwa Bitcoin mendekati titik teknikal penting dalam beberapa pekan terakhir. Jika candle mingguan mampu ditutup di atas US$ 119.200, maka breakout dari pola Bull Flag yang telah lama terbentuk akan terkonfirmasi. Saat ini, harga BTC diperdagangkan sedikit di atas batas atas pola konsolidasi yang terbentuk sejak pertengahan Juli. Namun, validasi breakout hanya terjadi jika harga menutup candle mingguan secara penuh di atas garis ini.
Jika breakout dikonfirmasi, langkah selanjutnya kemungkinan besar adalah retest area US$ 119.200 sebagai support. Rekt Capital mengingatkan bahwa skenario yang harus dihindari adalah terjadinya "wick" ke atas yang gagal ditutup di atas zona breakout, karena itu akan membuat harga tetap berada dalam pola konsolidasi sebelumnya.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami. Selalu lakukan riset sebelum berinvestasi.
