KabarTifa- Harga Bitcoin kembali bergairah setelah adanya sinyal positif dari front geopolitik global. Kesepakatan antara Amerika Serikat dengan Uni Eropa dan Tiongkok berhasil meredakan ketegangan perdagangan yang sebelumnya menghantui pasar. Sentimen positif ini langsung memicu aliran modal kembali ke aset-aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $120,000, dan para investor menantikan apakah momentum ini cukup kuat untuk mendorong harga lebih tinggi lagi. Meskipun demikian, tantangan teknikal dan kebutuhan akan sentimen baru tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pergerakan harga selanjutnya.

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mengambil langkah nyata untuk menstabilkan hubungan dagang mereka, begitu pula dengan Amerika Serikat dan Tiongkok. Pada 27 Juli 2025, kedua pihak dari blok Barat menyepakati kesepakatan perdagangan baru yang menetapkan tarif impor kendaraan dari Uni Eropa ke Amerika Serikat sebesar 15%. Angka ini jauh lebih rendah dari ancaman tarif 30% yang sempat mencuat sebelumnya. Selain itu, Uni Eropa berkomitmen untuk menginvestasikan $600 miliar di sektor energi dan pertahanan Amerika, serta mengalihkan pembelian energi senilai $750 miliar dari Rusia ke Amerika Serikat.
Di sisi lain, hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Dalam pertemuan di Stockholm, kedua negara dilaporkan sepakat untuk memperpanjang jeda tarif selama 90 hari ke depan. Meskipun masih banyak isu yang belum terselesaikan, keputusan untuk tidak menambah tarif baru menjadi sinyal bahwa kedua belah pihak ingin menjaga jalur diplomasi tetap terbuka.
Pasar merespons positif perkembangan ini. Harga Bitcoin sempat diperdagangkan di atas $119,430, mencatatkan apresiasi harian sebesar 1,24% pada sesi awal Asia. Meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan internasional membuat aset-aset berisiko kembali diminati. Stabilitas geopolitik menjadi elemen penting bagi kripto seperti Bitcoin, yang cenderung sensitif terhadap ketidakpastian makro, untuk menjaga arus modal tetap masuk.
Aktivitas institusional di pasar kripto juga meningkat. Realized market cap Bitcoin, indikator yang mengukur nilai seluruh koin berdasarkan harga terakhirnya berpindah tangan, telah menembus $1 triliun untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan bahwa akumulasi dari investor jangka panjang semakin kuat dan mempersempit ruang gerak bagi volatilitas mendadak.
Setelah sempat menyentuh titik tertinggi $122,700 pekan lalu, harga Bitcoin kini berada di kisaran atas sekitar $119,000 dan tengah berusaha menembus batas psikologis $120,000. Pergerakan ini terlihat kuat secara teknikal, tetapi pasar belum menunjukkan dorongan volume yang cukup untuk memastikan keberhasilan menembus daerah harga tersebut secara meyakinkan.
Meskipun demikian, sentimen jangka menengah tetap condong ke arah positif. Galaxy Digital mengungkapkan telah menangani transaksi sebesar $9 miliar dalam bentuk Bitcoin atas nama investor era Satoshi. Besarnya transaksi tersebut tidak menimbulkan tekanan jual yang berarti, menunjukkan bahwa pasar sudah lebih siap menyerap likuiditas besar tanpa gangguan signifikan.
Jika harga mampu bertahan di atas $120,000 dan menutup perdagangan mingguan dengan kuat, maka peluang menuju target berikutnya di $125,000 akan terbuka. Bukan hal yang mustahil bagi Bitcoin untuk menyentuh $150,000 sebelum akhir tahun, asalkan didukung oleh arus dana masuk yang konsisten dan kondisi makroekonomi global yang mendukung.
Namun, pasar memerlukan pemicu tambahan untuk mencapai skenario tersebut. Volume transaksi yang tinggi tentu menjadi syarat utama, tetapi faktor eksternal seperti kebijakan regulasi juga berperan penting. Keputusan seputar ETF spot, kebijakan pajak kripto, dan arah kebijakan moneter dari Federal Reserve akan sangat memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat.
Pasar prediksi seperti Polymarket menunjukkan adanya peningkatan ekspektasi. Probabilitas Bitcoin mencapai $125,000 sebelum akhir Juli naik dari 18% menjadi 24%. Namun, Agustus kerap menjadi bulan yang kurang bersahabat bagi Bitcoin. Data menunjukkan rata-rata koreksi sebesar 8,3% dalam beberapa tahun sebelumnya. Investor perlu mencermati potensi koreksi teknikal jika tidak ada sentimen baru yang mendukung.
Meredanya ketegangan perdagangan menjadi titik terang bagi pasar kripto. Fokus kini tertuju pada Amerika Serikat. Kebijakan baru yang mendukung perkembangan ekosistem kripto berpotensi menjadi pemicu kuat bagi Bitcoin. Jika sentimen makro tetap stabil dan diiringi langkah-langkah konkret dari regulator atau institusi besar, bukan tidak mungkin Bitcoin mengakhiri tahun ini di atas $150,000. Informasi ini disajikan oleh KabarTifa dari berbagai sumber terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi. KabarTifa tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.
