Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Bitcoin Tersungkur, Emas Meroket! Apa Artinya?
    Crypto

    Bitcoin Tersungkur, Emas Meroket! Apa Artinya?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini30-03-2025 - 13.45Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Bitcoin Tersungkur, Emas Meroket! Apa Artinya?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Harga Bitcoin (BTC) ambles 7 persen dalam tiga hari, dari US$ 88.060 menjadi US$ 82.036. Kejatuhan ini memicu likuidasi posisi long senilai US$ 158 juta, membuat investor khawatir. Ironisnya, emas justru mencetak rekor baru di periode yang sama, memicu pertanyaan: apakah Bitcoin telah kehilangan takhtanya sebagai aset lindung nilai? Laporan dari kabartifa.id mengulas lebih dalam.

    Penurunan Bitcoin sebagian besar disebabkan kekhawatiran resesi global, perang dagang, dan pemangkasan anggaran pemerintah AS. Namun, analis tetap optimis, melihatnya sebagai koreksi sementara sebelum potensi kenaikan harga. Mereka memprediksi likuiditas tambahan akan segera masuk pasar, mendorong aset berisiko seperti Bitcoin.

    Bitcoin Tersungkur, Emas Meroket! Apa Artinya?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Sementara Bitcoin tertekan, emas melesat ke US$ 3.087 per ons. Indeks Dolar AS (DXY) juga turun, menunjukkan investor mencari aset alternatif. Namun, arus keluar bersih US$ 93 juta dari ETF Bitcoin Spot pada 28 Maret menunjukkan bahkan investor besar melakukan penjualan sementara.

    Alexandre Vasarhelyi, pendiri B2V Crypto, menyebut pasar sedang memasuki fase "undur diri" setelah lonjakan sebelumnya. Menurutnya, koreksi ini wajar dan bukan sinyal bahaya. Ia menekankan pentingnya tren adopsi Bitcoin yang terus meningkat, meskipun harganya fluktuatif. Vasarhelyi juga menyinggung pengaruh tokenisasi aset dunia nyata (RWA) yang masih kecil dibandingkan pasar obligasi global.

    Pertanyaan tentang posisi Bitcoin sebagai "emas digital" pun muncul. Namun, Vasarhelyi berpendapat reaksi Bitcoin lebih mencerminkan statusnya sebagai aset baru yang masih dalam tahap adopsi, bukan kegagalan fundamental. Ia memprediksi tahun 2025 sebagai tahun fondasi, sebelum ledakan besar terjadi, dengan regulasi yang lebih terarah dan produk yang lebih ramah pengguna.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDogecoin Bangkit Lagi? Atau Jeblok Lebih Dalam?
    Next Article Selamat Tinggal, iPhone Mini! Inilah Penggantinya!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Polygon Guncang Dunia Keuangan Global: Ini Alasannya!

    13-02-2026 - 05.15
    Crypto

    MegaETH Geger! Uniswap Masuk, Pasar Kripto Gempar!

    13-02-2026 - 05.00
    Crypto

    Pi Network Anjlok ke $0,138: Alarm Bahaya Investor Kripto!

    12-02-2026 - 19.45
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.