KabarTifa- Setelah sempat tertekan hingga menyentuh level US$115.000, Bitcoin (BTC) menunjukkan taringnya dengan pemulihan cepat, kini diperdagangkan di sekitar US$118.300. Momentum ini membangkitkan harapan baru akan reli menuju rekor tertinggi sepanjang masa (ATH).
Data menunjukkan lonjakan harian BTC lebih dari 2% pada akhir pekan ini. Analis kripto terkemuka, Ash Crypto, menyoroti keberhasilan BTC menutup celah harga (CME gap) di US$115.000 dan mempertahankan posisinya di atas level bullish kunci. "Institusi memanfaatkan penurunan untuk membeli. Bulls masih memegang kendali," tegas Ash Crypto. Penurunan sebelumnya memicu likuidasi posisi leverage tinggi, namun justru membuka peluang bagi institusi dan trader profesional untuk meningkatkan eksposur mereka.

Fokus pasar saat ini tertuju pada zona US$120.000, area dengan konsentrasi likuiditas signifikan. Analis memperkirakan, jika BTC berhasil menembus level ini, akan terjadi short squeeze, memaksa para penjual untuk menutup posisi mereka dan mendorong harga menuju kisaran US$124.000. "Likuiditas tidak berbohong. Harga tertarik ke area dengan banyak stop-loss. Zona US$120.000 memanggil, dan BTC tidak pernah mengabaikannya," ungkap Melijn The Trader.
Lebih jauh dari analisis teknikal jangka pendek, Tom Lee, kepala riset Fundstrat, kembali menegaskan proyeksi jangka panjangnya. Ia memprediksi Bitcoin dapat mencapai US$250.000 sebelum akhir tahun 2025. Dalam wawancaranya dengan CNBC, Lee menjelaskan bahwa valuasi ini hanya sekitar 25% dari total nilai pasar emas, yang menurutnya wajar untuk "emas digital". "Bitcoin berpotensi bernilai lebih dari US$1 juta per koin dalam jangka panjang. Namun, menilai 25% dari itu, terutama dengan adanya Genius Act, masih masuk akal," imbuh Lee. Prediksi optimistis ini sejalan dengan sentimen bullish ekstrem yang berkembang di kalangan investor kripto.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.
