Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Bumi Datar? Bitcoin Masuk Fase Bear Market!
    Crypto

    Bumi Datar? Bitcoin Masuk Fase Bear Market!

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini06-04-2025 - 13.15Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Bumi Datar? Bitcoin Masuk Fase Bear Market!
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    KabarTifa- Pasar kripto diprediksi memasuki fase bear market atau penurunan. Hal ini disampaikan CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, melalui akun X miliknya. Menurut analisis data on-chain, pasar menunjukkan ciri-ciri khas pasar lesu. Meskipun aliran dana ke Bitcoin terus berlanjut, harga tak kunjung naik signifikan. Inilah yang menjadi indikator kuat pasar sedang berada dalam kondisi bear, tegas Young Ju.

    Untuk memahami analisis ini, penting untuk mengerti dua istilah kunci: Realized Cap dan Market Cap. Dalam pasar bull market, harga bisa melonjak drastis meski inflow dana terbatas. Hal ini disebabkan tekanan jual rendah dan minimnya keinginan investor untuk melepas aset. Sebaliknya, dalam pasar bear, bahkan suntikan dana besar pun tak mampu mendongkrak harga karena tingginya tekanan jual.

    Bumi Datar? Bitcoin Masuk Fase Bear Market!
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Young Ju mencontohkan kasus MicroStrategy yang membeli Bitcoin menggunakan dana obligasi. Saat itu, tekanan jual rendah sehingga pembelian mereka mampu menaikkan harga dan nilai portofolio jauh melampaui modal yang dikeluarkan. Namun, ketika Bitcoin mendekati US$100.000 beberapa waktu lalu, pasar justru stagnan meski volume transaksi tinggi. Ini menunjukkan tekanan jual sangat besar.

    Saat ini, data menunjukkan peningkatan Realized Cap, yang berarti aliran dana ke Bitcoin meningkat. Namun, Market Cap tak ikut naik. Ini mengindikasikan pasar jenuh; banyak pembeli, tetapi harga tak naik karena banyak pula yang menjual. Meskipun tak semua aliran dana terlacak lewat data on-chain, mayoritas pergerakan besar, seperti transaksi di bursa, menunjukkan kecilnya kemungkinan lonjakan harga signifikan dalam waktu dekat, simpul Young Ju.

    Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Sebelum berinvestasi dalam mata uang kripto, lakukan riset menyeluruh karena kripto aset volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleConor McGregor Rilis Koin Meme: Untung Besar atau Jebakan?
    Next Article SHIB Menggila! Akankah Meledak?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Geger! Visa Gandeng Polygon, Revolusi Pembayaran Global?

    30-04-2026 - 13.15
    Crypto

    Pi Network Terjun Bebas! Ancaman Makro Hantui Kripto?

    30-04-2026 - 13.00
    Crypto

    LINK Terjepit! Akankah Tembus $10 atau Jatuh ke $8?

    30-04-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.