Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Debat Sengit di Senat AS: Peluang CLARITY Act Lolos 2026 Makin Kabur, Pasar Kripto Resah
    Crypto

    Debat Sengit di Senat AS: Peluang CLARITY Act Lolos 2026 Makin Kabur, Pasar Kripto Resah

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini07-08-2026 - 02.04Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Debat Sengit di Senat AS: Peluang CLARITY Act Lolos 2026 Makin Kabur, Pasar Kripto Resah
    Debat Sengit di Senat AS: Peluang CLARITY Act Lolos 2026 Makin Kabur, Pasar Kripto Resah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Senat AS Tunda Pembahasan, Masa Depan Regulasi Kripto Semakin Suram

    KabarTifa.ID – 07 Agustus 2026 | Peluang CLARITY Act Lolos pada 2026 semakin menipis setelah rancangan undang-undang krusial yang mengatur struktur pasar aset kripto kembali tertunda dalam pembahasan di Senat Amerika Serikat. Penundaan ini menimbulkan keraguan yang semakin besar di kalangan pelaku pasar mengenai apakah legislasi penting ini dapat disahkan sebelum tenggat waktu yang krusial.

    Tim Research Tokocrypto mengamati bahwa sentimen pasar berubah setelah Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, belum mengajukan cloture – sebuah langkah prosedural yang diperlukan untuk membawa rancangan undang-undang ke tahap pemungutan suara. Situasi ini memicu kekhawatiran apakah Senat masih memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan proses legislasi sebelum masa reses yang dijadwalkan pada bulan Agustus.

    Sebelumnya, sempat ada harapan bahwa Senat akan mencoba menggelar pemungutan suara awal sebelum pekan berakhir. Namun, agenda Senat yang padat, termasuk pembahasan prioritas legislatif lainnya dan isu-isu prosedural yang kompleks, membuat CLARITY Act kembali terdepak dari jadwal.

    Pasar Prediksi Mulai Turunkan Ekspektasi

    Sikap skeptis pasar terhadap pengesahan CLARITY Act terlihat jelas dari pergerakan pasar prediksi. Platform seperti Kalshi dilaporkan tidak lagi memperkirakan CLARITY Act akan disahkan pada tahun 2026. Tenggat waktu 7 Agustus semakin dekat, dan kontrak yang memprediksi rancangan undang-undang tersebut berlaku sebelum 1 Juli 2027 dilaporkan mengalami penurunan 8 poin persentase menjadi 41% dalam sehari. Sementara itu, peluang CLARITY Act berlaku sebelum 1 Oktober 2027 berada di kisaran 58%.

    Yang menarik, peluang CLARITY Act menjadi undang-undang sebelum 1 Januari 2028 justru mengalami kenaikan menjadi 65%. Pergeseran ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai mengalihkan ekspektasi mereka dari tahun 2026 ke periode 2027 atau bahkan 2028. Volume perdagangan pada pasar prediksi terkait isu ini pun telah menembus angka lebih dari US$5,42 juta, menunjukkan bahwa investor dan trader secara aktif menilai ulang prospek legislasi kripto di Amerika Serikat.

    CLARITY Act sendiri sebelumnya dipandang sebagai salah satu regulasi paling penting bagi industri aset digital. Rancangan ini diharapkan dapat memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait struktur pasar, bursa, token, serta pengawasan oleh regulator. Jika terus tertunda, ketidakpastian regulasi di AS berpotensi akan bertahan lebih lama, memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan industri.

    Hambatan Politik Menjadi Batu Sandungan Utama

    Penundaan terbaru ini terjadi di tengah kesibukan agenda Senat. Selain CLARITY Act, Senat juga harus menghadapi pembahasan continuing resolution untuk memastikan operasional pemerintah tetap berjalan. Sejumlah isu lain juga menjadi hambatan signifikan, termasuk ketentuan etika dan pembahasan Blockchain Regulatory Certainty Act.

    Isu etika menjadi salah satu titik negosiasi yang paling alot. Hal ini menyangkut batasan bagi pejabat publik dan keterlibatan mereka dalam proyek aset digital. Laporan sebelumnya dari CoinDesk menyebutkan bahwa perdebatan mengenai ketentuan yang melarang pejabat senior pemerintah, termasuk presiden, untuk mendukung proyek kripto menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi bipartisan.

    Untuk dapat maju, CLARITY Act membutuhkan dukungan mayoritas yang kuat, yaitu 60 suara di Senat. Mengingat Partai Republik saat ini memegang 53 kursi, dukungan dari sejumlah senator Demokrat tetap sangat diperlukan agar rancangan undang-undang ini dapat melewati hambatan prosedural. Jika Thune mengajukan cloture, jam prosedural Senat akan mulai berjalan. Berdasarkan aturan Senat, harus ada jeda satu hari sebelum pemungutan suara cloture pertama. Jika cloture disetujui, rancangan undang-undang kemudian dapat memasuki debat selama 30 jam sebelum pemungutan suara berikutnya.

    Dengan waktu yang semakin terbatas menjelang reses, pasar kini semakin pesimis mengenai peluang CLARITY Act Lolos pada 2026. Senator Cynthia Lummis sempat menyatakan bahwa Partai Demokrat akan bertanggung jawab jika CLARITY Act gagal disahkan, menekankan upaya bipartisan yang telah dilakukan. Namun, tarik ulur politik ini tampaknya masih menjadi rintangan besar.

    Dampak Tertundanya CLARITY Act ke Pasar Kripto

    Bagi pasar kripto, tertundanya CLARITY Act dapat menambah lapisan ketidakpastian dalam jangka pendek. Regulasi ini dianggap vital karena dapat memperjelas peran regulator, status aset digital tertentu, serta aturan main bagi para pelaku industri. Tanpa kepastian dari Kongres, industri kemungkinan masih harus bergantung pada pendekatan regulasi yang diambil oleh SEC (Securities and Exchange Commission) dan CFTC (Commodity Futures Trading Commission).

    Pendekatan regulasi melalui SEC dan CFTC memang dapat memberikan kejelasan, namun prosesnya cenderung lebih lambat, lebih teknis, dan kurang memberikan sinyal positif dibandingkan dengan undang-undang yang disahkan secara politik. Investor juga akan mencermati dampaknya terhadap aset-aset yang sangat sensitif terhadap regulasi, seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, token bursa, stablecoin, dan sektor tokenized assets.

    Jika pembahasan CLARITY Act kembali tertunda hingga setelah masa reses, pasar kripto berisiko kehilangan salah satu katalis regulasi terbesarnya di tahun 2026. Hal ini dapat mendorong para trader untuk kembali fokus pada faktor-faktor lain seperti data inflasi AS, kebijakan The Fed, arus masuk dana ETF, dan sentimen makroekonomi global.

    Meskipun demikian, penundaan ini bukan berarti upaya regulasi kripto di AS sepenuhnya berhenti. Senat masih memiliki peluang untuk kembali membahas rancangan tersebut pada periode sidang berikutnya, sementara regulator dapat terus mempercepat proses rule-making secara langsung. Namun, untuk saat ini, pasar cenderung menilai bahwa peluang CLARITY Act Lolos pada 2026 Makin Menipis dan tidak lagi menjadi katalis kuat dalam waktu dekat. Selama belum ada jadwal cloture yang jelas dan dukungan bipartisan yang memadai, prospek pengesahan rancangan undang-undang ini kemungkinan besar akan tetap berada di bawah tekanan.

    CLARITY Act Pasar Kripto Regulasi Kripto AS Senat AS
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTerungkap: XRP, Solana, dan Chainlink Masih ‘Diskon’ Besar di 2026, Potensi ‘Boom’ Menanti?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Terungkap: XRP, Solana, dan Chainlink Masih ‘Diskon’ Besar di 2026, Potensi ‘Boom’ Menanti?

    06-08-2026 - 22.27
    Crypto

    Geger Kripto: Harga Pi Network Meroket 8,47%, Volume Perdagangan Menggila!

    06-08-2026 - 15.24
    Crypto

    Mengintip Alasan di Balik Koreksi Harga Solana Hari Ini: Aksi Profit Taking Tekan Pergerakan SOL ke US$73,44

    06-08-2026 - 12.56
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.