Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Terungkap: XRP, Solana, dan Chainlink Masih ‘Diskon’ Besar di 2026, Potensi ‘Boom’ Menanti?
    Crypto

    Terungkap: XRP, Solana, dan Chainlink Masih ‘Diskon’ Besar di 2026, Potensi ‘Boom’ Menanti?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini06-08-2026 - 22.27Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Terungkap: XRP, Solana, dan Chainlink Masih 'Diskon' Besar di 2026, Potensi 'Boom' Menanti?
    Terungkap: XRP, Solana, dan Chainlink Masih 'Diskon' Besar di 2026, Potensi 'Boom' Menanti?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa.ID – 06 Agustus 2026 |

    Di tengah fluktuasi pasar kripto yang terus membayangi, para analis memberikan pandangan optimis namun hati-hati terhadap beberapa aset digital berkapitalisasi besar. Analisis terbaru secara konsisten menyoroti bahwa XRP, Solana (SOL), dan Chainlink (LINK) dinilai masih undervalued di 2026. Meskipun ketiga aset ini belum sepenuhnya pulih dari level tertinggi sepanjang masa mereka, berbagai indikator fundamental seperti adopsi yang terus tumbuh, minat institusional yang meningkat, dan aktivitas jaringan yang dinamis memberikan sinyal positif untuk prospek jangka panjang mereka.

    Tim Riset Tokocrypto, dalam analisisnya, mengakui bahwa jalan menuju pemulihan penuh bagi ketiga aset ini tidaklah mulus. Solana masih bergulat dengan penurunan pendapatan jaringan, sementara Chainlink perlu membuktikan korelasi langsung antara adopsi infrastrukturnya dan permintaan token LINK. Di sisi lain, XRP dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan perannya sebagai token utilitas dengan pesatnya pertumbuhan stablecoin, seperti RLUSD.

    Solana: Minat Institusional Menguat di Tengah Tantangan Jaringan

    Solana (SOL) dipandang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk pemulihan di antara altcoin besar. Saat ini, harga SOL masih diperdagangkan sekitar 75% di bawah rekor tertingginya dan kembali ke level harga yang terakhir terlihat pada akhir tahun 2023. Momentum bulanan SOL juga menunjukkan pelemahan ke level terendah sepanjang sejarah. Namun, di balik pelemahan harga ini, minat institusional terhadap Solana tetap mengalir deras. Produk investasi Solana yang terdaftar di Amerika Serikat, yang diluncurkan pada Oktober 2025, dilaporkan mencatat aliran masuk (inflow) pada setiap hari perdagangan sepanjang bulan lalu. Produk ini kini mengelola aset senilai sekitar US$1 miliar, dengan hampir separuhnya berasal dari investor institusional seperti hedge fund dan penasihat investasi.

    Dari sisi teknologi, Solana tengah mempersiapkan pembaruan besar yang disebut Alpenglow. Pembaruan ini diklaim sebagai peningkatan jaringan terbesar Solana sejauh ini. Jika diterapkan sepenuhnya tahun ini, finalitas transaksi Solana diperkirakan meningkat drastis dari 12,8 detik menjadi sekitar 150 milidetik. Peningkatan ini berpotensi mempercepat proses penyelesaian transaksi dan memperkuat posisi Solana sebagai jaringan berperforma tinggi.

    Namun, tantangan yang dihadapi Solana tetap signifikan. Pendapatan harian jaringan mengalami penurunan drastis, dari sekitar US$1,5 juta menjadi US$314.000, atau melemah hampir 80%. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh melambatnya aktivitas perdagangan token meme. Partisipasi dari investor ritel juga menunjukkan tren penurunan. Data on-chain menunjukkan jumlah dompet yang memegang minimal 0,1 SOL turun sekitar 5% dalam dua pekan terakhir, dari 11,84 juta menjadi 11,26 juta.

    Chainlink: Infrastruktur Berkembang, Harga LINK Tertinggal

    Chainlink (LINK) juga masuk dalam daftar aset kripto yang dinilai undervalued. Harga LINK masih diperdagangkan lebih dari 80% di bawah all-time high-nya, meskipun infrastruktur yang dibangunnya terus berkembang pesat di sektor keuangan tradisional. Chainlink memungkinkan bank dan lembaga keuangan untuk terhubung dengan jaringan blockchain tanpa perlu mengganti sistem yang sudah ada. Hal ini menempatkan Chainlink pada posisi krusial dalam pengembangan interoperabilitas antara sistem keuangan tradisional dan aset digital.

    Beberapa mitra strategis Chainlink mencakup SWIFT, jaringan pembayaran global yang menghubungkan sekitar 11.000 institusi keuangan, serta perusahaan besar seperti UBS dan Euroclear. Pada kuartal pertama, Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) milik Chainlink berhasil memproses lebih dari US$18 miliar nilai transaksi lintas blockchain, menunjukkan peningkatan penggunaan infrastruktur Chainlink untuk kebutuhan institusional. Akses investor terhadap LINK juga semakin luas melalui produk investasi dari Grayscale dan Bitwise. Selain itu, sekitar 75% dari total suplai LINK sudah beredar, yang berarti risiko dilusi token di masa depan relatif lebih rendah dibandingkan beberapa aset lain.

    Meskipun demikian, Chainlink menghadapi tantangan utama. Institusi keuangan dapat memanfaatkan infrastruktur Chainlink tanpa harus membeli token LINK secara langsung. Ini berarti pertumbuhan adopsi jaringan belum tentu secara otomatis menciptakan tekanan beli pada token LINK. Selain itu, Chainlink juga menghadapi persaingan ketat dari jaringan interoperabilitas lain seperti LayerZero dan Wormhole.

    XRP: Kejelasan Hukum Memberi Angin Segar, Namun Muncul Pertanyaan Baru

    XRP menjadi aset kripto lain yang menjadi sorotan dalam analisis ini. Meskipun harga XRP mengalami penurunan hampir 43% sepanjang tahun ini, aset ini mencatat perkembangan signifikan dari sisi adopsi dan produk investasi. Para ahli menilai nilai jangka panjang XRP terletak pada perannya dalam pembayaran lintas negara, penyediaan likuiditas, dan aset tokenisasi. Adopsi akan menjadi faktor penentu utama nilai jangka panjang XRP, bukan semata-mata pergerakan harga jangka pendek.

    Setelah penyelesaian sebagian besar gugatan dari SEC, XRP kini memiliki tujuh produk investasi yang terdaftar di Amerika Serikat. Produk-produk ini telah menarik aliran masuk kumulatif hampir US$1,5 miliar sejak diluncurkan. Di sisi ekosistem, stablecoin Ripple USD atau RLUSD juga mengalami pertumbuhan pesat, dengan suplai mencapai sekitar US$1,6 miliar. Lebih banyak RLUSD kini diterbitkan di XRP Ledger dibandingkan Ethereum, terutama setelah ekspansi ke Jepang melalui SBI Holdings.

    Aktivitas jaringan XRP Ledger juga menunjukkan peningkatan yang mengesankan. Transaksi harian naik ke sekitar 3 juta, atau sekitar tiga kali lipat dibandingkan level pertengahan 2025. Namun, pertumbuhan RLUSD memunculkan perdebatan di kalangan komunitas XRP. Stablecoin ini dapat menjalankan banyak fungsi pembayaran lintas negara yang sebelumnya menjadi narasi utama XRP. Hal ini berpotensi mengurangi sebagian permintaan terhadap XRP jika stablecoin lebih banyak digunakan untuk penyelesaian transaksi.

    Meskipun demikian, XRP masih dapat memainkan peran penting sebagai aset jembatan (bridge asset) untuk mata uang yang tidak memiliki pasangan perdagangan langsung. Prospek jangka panjang XRP akan sangat bergantung pada bagaimana Ripple memposisikan peran XRP berdampingan dengan RLUSD. Jika keduanya dapat saling melengkapi, adopsi ekosistem dapat semakin menguat. Namun, jika fungsi RLUSD menjadi terlalu dominan, pasar mungkin akan kembali mempertanyakan utilitas langsung XRP.

    Secara keseluruhan, XRP, Solana, dan Chainlink dinilai masih memiliki narasi fundamental yang kuat meskipun menghadapi tekanan harga. Solana didukung oleh minat institusional dan pembaruan jaringan, Chainlink memperkuat posisinya di infrastruktur keuangan tradisional, sementara XRP diuntungkan oleh kejelasan hukum dan pertumbuhan ekosistem pembayaran. Namun, status undervalued belum secara otomatis menjamin kenaikan harga dalam waktu dekat. Ketiga aset ini masih membutuhkan konfirmasi dari sisi aktivitas jaringan yang berkelanjutan, permintaan investor yang solid, dan sentimen pasar yang lebih luas untuk mewujudkan potensi pemulihan yang diharapkan. Analis tetap memantau ketat apakah XRP, Solana, dan Chainlink Dinilai Masih Undervalued di 2026 ini akan terbukti benar-benar tepat di masa depan.

    Chainlink Kripto Solana XRP
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePeluang Emas! Wujudkan Mimpi Jadi Pro Player! realme 828 Gaming Tournament 2026 Buka Pendaftaran Turnamen MLBB di Indonesia
    Next Article Debat Sengit di Senat AS: Peluang CLARITY Act Lolos 2026 Makin Kabur, Pasar Kripto Resah
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Debat Sengit di Senat AS: Peluang CLARITY Act Lolos 2026 Makin Kabur, Pasar Kripto Resah

    07-08-2026 - 02.04
    Crypto

    Geger Kripto: Harga Pi Network Meroket 8,47%, Volume Perdagangan Menggila!

    06-08-2026 - 15.24
    Crypto

    Mengintip Alasan di Balik Koreksi Harga Solana Hari Ini: Aksi Profit Taking Tekan Pergerakan SOL ke US$73,44

    06-08-2026 - 12.56
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.