Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasar derivatif Ethereum belakangan ini menjadi sorotan utama, dengan data terbaru mengindikasikan bahwa tekanan jual terhadap aset kripto terbesar kedua itu masih jauh dari mereda. Indikator kunci seperti Binance Futures Smart Money CVD (Cumulative Volume Delta) selama 90 hari menunjukkan adanya dominasi signifikan dari aktivitas penjualan, terutama di platform Binance.

Meskipun ada secercah harapan dari aktivitas beli agresif dalam sesi perdagangan terakhir, gambaran jangka menengah justru menceritakan kisah yang berbeda. Para pelaku pasar besar, atau yang sering disebut ‘smart money’, tampaknya masih memegang kendali dengan strategi penjualan yang lebih dominan.
Perbedaan Tipis Pembeli dan Penjual, Namun Jangka Panjang Mengkhawatirkan
Laporan terbaru mengungkap detail menarik: volume pembelian agresif kontrak berjangka Ethereum di Binance menyentuh angka sekitar US$4,583 miliar, nyaris seimbang dengan volume penjualan agresif yang mencapai US$4,576 miliar. Selisih harian, yang dikenal sebagai Taker Delta, memang menunjukkan angka positif tipis sekitar US$7,15 juta, mengindikasikan sedikit keunggulan pembeli agresif dalam satu sesi perdagangan.
Namun, para analis KabarTifa.id mengingatkan, selisih sekecil itu belum cukup kuat untuk mengubah narasi pasar secara signifikan dalam skala waktu yang lebih luas.
Fokus pada gambaran yang lebih besar, indikator Smart Money CVD selama tiga bulan terakhir (90 hari) justru menampilkan angka yang mengkhawatirkan: minus US$5,71 miliar. Angka negatif masif ini secara gamblang menunjukkan bahwa dalam kuartal terakhir, total penjualan agresif di pasar futures Ethereum jauh melampaui total pembelian agresif.
Ethereum di "Zona Rapuh" Menurut Analis
Kondisi ini secara umum diartikan sebagai sinyal bahwa investor institusional dan pelaku pasar besar masih aktif melakukan aksi jual atau membuka posisi short (bertaruh pada penurunan harga) di pasar derivatif. Tim Riset Tokocrypto menegaskan bahwa meskipun ada upaya pembelian agresif sesaat, "tekanan jual kumulatif selama tiga bulan terakhir masih dominan dan belum benar-benar dipatahkan."
Mereka menambahkan, "Secara on-chain dan derivatif, kondisi ini sering mencerminkan fase di mana buyer mulai menyerap pasokan tanpa langsung mampu membalikkan tren, sehingga ETH masih berada di zona rapuh sampai ada konfirmasi demand yang lebih konsisten."
Dominasi Penjual dan Fenomena Penyerapan Likuiditas
Dominasi penjual dalam pasar derivatif, yang ditunjukkan oleh nilai CVD negatif, mengindikasikan bahwa sebagian besar transaksi dieksekusi melalui market order yang agresif. Ini bisa berarti dua hal: para trader menutup posisi long mereka yang sudah ada, atau mereka secara aktif membuka posisi short baru, mengantisipasi potensi penurunan harga. Namun, penting untuk dicatat, dominasi penjual tidak serta-merta menjamin penurunan harga dalam waktu dekat.
Menariknya, pasar kripto seringkali menunjukkan fenomena ‘penyerapan likuiditas’ (liquidity absorption). Ini terjadi ketika pembeli strategis menempatkan limit order dalam jumlah besar, siap menyerap setiap tekanan jual yang muncul. Efeknya, meskipun ada tekanan jual, harga tidak langsung anjlok, melainkan cenderung bergerak dalam fase konsolidasi atau rentang terbatas. Ini menunjukkan pertarungan sengit antara pembeli dan penjual yang sama-sama aktif.
Dengan demikian, pergerakan harga Ethereum dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada keseimbangan dinamis antara tekanan jual yang persisten dari pasar derivatif dan kapasitas pembeli untuk terus menyerap likuiditas tersebut. Pasar ETH masih berada di persimpangan jalan, menanti konfirmasi arah yang lebih jelas.


