Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasar derivatif XRP kini menunjukkan sinyal peringatan yang jelas. Minat risiko di kalangan trader aset kripto ini tampak melemah drastis, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Berbagai indikator utama di platform Binance secara bersamaan mengungkap penurunan posisi terbuka, peningkatan tekanan jual yang signifikan, serta funding rate yang bergerak ke zona negatif. Kondisi ini mengindikasikan bahwa banyak pelaku pasar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap XRP di tengah ketidakpastian pasar kripto global yang masih membayangi.

Open Interest Menurun Drastis, Spekulasi Meredup
Salah satu penanda utama dari pergeseran sentimen ini adalah Open Interest (OI) XRP di Binance. OI, yang mencerminkan total nilai kontrak derivatif aktif yang belum ditutup, telah mengalami penurunan signifikan dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini lazimnya diartikan bahwa trader sedang menutup posisi mereka, bukan membuka yang baru. Dengan berkurangnya OI, aktivitas spekulatif di pasar derivatif cenderung ikut melambat karena volume kontrak yang diperdagangkan menyusut, menandakan kehati-hatian yang meningkat.
Tekanan Jual Mendominasi Pasar Derivatif dan Spot
Selain OI yang merosot, indikator Perpetual Cumulative Volume Delta (CVD) di Binance juga menunjukkan tren menurun. CVD, yang mengukur akumulasi tekanan beli dan jual pada kontrak futures perpetual, kini mengisyaratkan dominasi aktivitas jual yang kuat. Ini berarti pelaku pasar derivatif lebih banyak melepas posisi daripada menambah posisi bullish, mencerminkan pandangan bearish yang meluas.
Tim Riset Tokocrypto menambahkan, dari sisi on-chain, penurunan cadangan exchange bisa jadi pertanda suplai XRP yang siap dijual menipis karena koin dipindahkan untuk penyimpanan jangka panjang. "Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung mungkin berkurang, namun pasar tetap menanti apakah penyusutan cadangan ini akan diikuti pemulihan harga yang berkelanjutan," jelas mereka kepada KabarTifa.id.
Sinyal pelemahan tidak hanya terbatas pada pasar derivatif. Data Spot CVD Binance, yang mengukur perbedaan kumulatif volume beli dan jual di pasar langsung, turut menunjukkan penurunan. Ketika dominasi penjual terlihat di kedua pasar, baik derivatif maupun spot, sentimen pasar secara keseluruhan cenderung menjadi lebih defensif dan hati-hati.
Funding Rate Terjun ke Wilayah Negatif, Short Seller Berkuasa
Indikator lain yang menguatkan gambaran suram ini adalah funding rate pada kontrak futures perpetual. Funding rate, mekanisme pembayaran antara trader posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak futures tetap dekat dengan harga pasar spot, kini bergerak ke wilayah negatif untuk XRP di berbagai bursa kripto. Kondisi ini secara jelas menunjukkan bahwa posisi short (bertaruh pada penurunan harga) kini lebih dominan dibandingkan posisi long (bertaruh pada kenaikan harga). Mayoritas platform mencatat funding rate negatif, meski bursa OKX masih bertahan di level netral.
Peluang Stabilitas di Balik Penurunan Leverage Spekulatif
Meskipun data ini mencerminkan sikap hati-hati dan potensi tekanan harga, penurunan leverage spekulatif justru bisa membawa dampak positif dalam jangka menengah. Ketika posisi berisiko tinggi berkurang, struktur pasar berpotensi menjadi lebih sehat dan stabil. Dalam situasi seperti ini, harga aset kripto sering kali memiliki kesempatan untuk membangun fase konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya. Dengan meredanya tekanan dari posisi spekulatif, analis menilai pasar XRP berpotensi menemukan keseimbangan baru jika permintaan kembali meningkat dalam waktu dekat, menawarkan harapan bagi investor jangka panjang yang mencari titik masuk yang lebih stabil.

