KabarTifa- Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah menyentuh angka US$ 4.200, namun tekanan koreksi jangka pendek masih membayangi. Saat ini, ETH diperdagangkan sekitar US$ 4.190, tepat di atas level dukungan krusial US$ 4.150. Analisis grafik 4 jam oleh influencer kripto di X, Ash Crypto, menunjukkan ETH bergerak dalam pola falling channel, mengindikasikan konsolidasi pasca-reli awal bulan. Pola ini umumnya dianggap sebagai koreksi sehat, yang bisa membuka jalan untuk reli selanjutnya jika terjadi breakout ke atas.
Skenario Bearish: Kegagalan ETH mempertahankan support US$ 4.150 berpotensi meningkatkan tekanan jual, mendorong harga turun hingga US$ 3.900. Level ini dianggap sebagai support kuat dalam time frame yang lebih tinggi dan bisa menjadi area akumulasi bagi investor.

Skenario Bullish: Sebaliknya, jika ETH bertahan di atas US$ 4.150 dan menembus falling channel, momentum bullish berpotensi kembali. Target utama adalah US$ 4.788, yang juga merupakan area All-Time High (ATH). Breakout di atas zona ini bisa memicu reli eksplosif menuju harga di atas US$ 5.000.
Level Penting yang Perlu Dipantau: Dengan ETH berada di titik kritis antara support penting dan potensi breakout, beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah tren selanjutnya. Ethereum, meskipun masih menjadi koin terbesar kedua setelah Bitcoin, kini menghadapi persaingan ketat dari aset lain seperti Solana (SOL) dan XRP. Koreksi harga ETH saat ini terjadi seiring penurunan harga Bitcoin, namun banyak analis melihatnya sebagai koreksi sehat sebelum potensi pencapaian ATH baru.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

