KabarTifa- Ethereum kembali mencetak sejarah dengan peluncuran upgrade Fusaka, sebuah pembaruan revolusioner yang dirancang untuk mendongkrak kapasitas transaksi tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi yang menjadi ciri khasnya. Upgrade ini menjadi jawaban atas tantangan skalabilitas yang selama ini menghantui Ethereum, terutama dengan pesatnya perkembangan ekosistem Layer-2 (L2).
Fusaka mengandalkan implementasi EIP-7594: PeerDAS (Peer Data Availability Sampling), sebuah teknologi inovatif yang memungkinkan node Ethereum memverifikasi ketersediaan data blok tanpa perlu mengunduh seluruh data. Pendekatan ini secara signifikan mengurangi beban node dan membuka jalan bagi peningkatan throughput jaringan, sebuah terobosan yang menegaskan komitmen Ethereum terhadap skala yang aman, terdistribusi, dan efisien.

PeerDAS menjadi fondasi utama upgrade Fusaka. Sistem ini memungkinkan node untuk mengambil sampel data dalam skala besar, bukan mengunduh blok secara penuh seperti sebelumnya. Artinya, Ethereum kini dapat memproses lebih banyak transaksi tanpa memperbesar persyaratan perangkat keras yang dapat merusak desentralisasi.
"Fusaka meningkatkan skalabilitas Ethereum tanpa mengorbankan desentralisasi – itu inti dari semuanya," jelas Jason Chaskin, Apps Relation Lead di Ethereum Foundation, seperti dikutip dari The Defiant. Ia menambahkan bahwa pendekatan seperti PeerDAS telah melalui proses penelitian hampir satu dekade, sebagai jalan "lebih sulit namun lebih aman" untuk meningkatkan kapasitas blockchain. Dengan PeerDAS, Ethereum memperkuat dirinya sebagai jaringan Layer 1 yang mampu menunjang ekosistem L2 yang terus berkembang pesat.
Salah satu perubahan penting dalam upgrade Fusaka adalah peningkatan Layer 1 gas limit dari 45 juta menjadi 60 juta. Ini membuka ruang bagi pemrosesan lebih banyak data per blok, mendukung efisiensi aplikasi dan memperluas kapasitas jaringan. Selain itu, Fusaka juga memperkenalkan R1 signature precompile yang membuat penggunaan passkeys pada aplikasi Ethereum menjadi lebih murah dan lebih mudah. Bagi developer, ini berarti lebih banyak fleksibilitas dan efisiensi dalam membangun aplikasi berbasis Ethereum.
Layer-2 kini menjadi pusat aktivitas Ethereum, dengan rollup seperti Base, Arbitrum, Optimism, dan lainnya memproses transaksi dalam skala besar dengan biaya sangat rendah. Fusaka memastikan biaya rendah ini tetap bertahan. Menurut Chaskin, "PeerDAS memberi rollup lebih banyak ruang blob, dan ruang ini akan terus bertambah dari waktu ke waktu." Ini penting untuk menjaga biaya data tetap rendah, yang secara langsung berpengaruh pada biaya transaksi di L2.
Salah satu dampak terbesar dari Fusaka adalah prediktabilitas biaya transaksi dalam jangka panjang. Ini bukan hanya soal transaksi yang lebih murah – tetapi soal kepastian bagi developer dan pengguna. "Untuk pertama kalinya, Ethereum akan memiliki biaya yang andal dan tetap rendah dalam jangka panjang," kata Chaskin. "Ketika biaya pasti berada di bawah satu sen, kategori baru aplikasi bisa muncul." Fusaka membuka pintu bagi inovasi besar, mulai dari aplikasi on-chain sosial, gaming, microtransactions, hingga sistem pembayaran skala global.
Upgrade ini juga dirilis hanya beberapa minggu setelah Ethereum Foundation memperkenalkan konsep Interop Layer, sebuah sistem yang menyatukan seluruh L2 agar dapat berfungsi layaknya satu jaringan terpadu. Dengan Fusaka sebagai fondasi yang memperkuat kapasitas data, Interop Layer akan menjadi tahap berikutnya dalam evolusi Ethereum menuju skalabilitas tanpa batas.
Upgrade Fusaka merupakan lompatan besar dalam roadmap Ethereum, memadukan inovasi teknis dengan strategi jangka panjang untuk menjaga desentralisasi. Dengan PeerDAS, peningkatan gas limit, efisiensi passkeys, serta dampak signifikan pada biaya dan kapasitas L2, Ethereum kini berada pada posisi lebih kuat untuk menjadi infrastruktur global Web3. Informasi ini dilansir dari kabartifa.id.
Dengan harga ETH naik 5% dalam 24 jam terakhir, sentimen pasar pun menyambut positif era baru skalabilitas Ethereum.
