Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga aset kripto Solana (SOL) menunjukkan performa impresif belakangan ini, memicu spekulasi kuat mengenai potensi kenaikan signifikan. Setelah sempat menyentuh level US$120, SOL kini stabil di atas US$130, mencatat kenaikan sekitar 4% dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 10% dalam beberapa hari. Tren positif ini sejalan dengan penguatan pasar kripto secara keseluruhan, yang naik 2% harian dan 10% mingguan, menciptakan landasan optimis bagi investor.

Para analis pasar, seperti yang dilaporkan oleh Coingape, kini menyoroti Solana sebagai salah satu aset dengan prospek paling cerah. Mereka memprediksi bahwa kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar dapat mendorong harga SOL mencapai level US$200 dalam bulan ini. Optimisme ini didasari oleh beberapa perkembangan kunci yang patut dicermati.
Salah satu pendorong utama adalah minat yang kian besar dari investor institusional. Morgan Stanley, bank investasi raksasa dengan aset kelolaan sekitar US$6,4 triliun, telah mengajukan formulir S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) untuk Solana Trust ETF. Langkah ini bukan sekadar sinyal biasa, melainkan indikasi serius dari pemain besar Wall Street untuk memperluas eksposur mereka di dunia kripto, khususnya Solana. Jika disetujui, ETF ini berpotensi menjadi katalis masif bagi adopsi Solana di kalangan investor arus utama.
Selain itu, ekosistem Solana sedang berada di puncak aktivitasnya. Jaringan ini mencetak rekor volume perdagangan perpetual di bursa terdesentralisasi (DEX) sepanjang tahun 2025, mencapai US$451,2 miliar. Angka ini jauh melampaui US$238,4 miliar pada 2024 dan hanya US$2,38 miliar pada 2023, menunjukkan pertumbuhan eksponensial yang didorong oleh platform seperti Jupiter dan Drift Trade. Lonjakan ini diperkuat oleh aktivitas pengembang yang masif; pada 5 Januari 2026, lebih dari 42.000 token SPL baru diluncurkan dalam sehari, menandai level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Ini mengindikasikan vitalitas di sektor DeFi, NFT, dan memecoin di jaringan Solana.
Minat investor juga tercermin dari arus dana ke produk ETF Solana spot. Pada Selasa lalu, ETF Solana spot mencatat arus masuk harian sebesar US$16,8 juta, angka tertinggi dalam 20 hari terakhir. Data dari SolanaFloor menunjukkan Bitwise BSOL memimpin dengan US$12,5 juta, diikuti Fidelity FSOL dengan US$2 juta. Total dana kelolaan (AUM) untuk ETF Solana kini mencapai sekitar US$1,09 miliar, menggarisbawahi kembalinya kepercayaan investor.
Dari perspektif teknikal, Solana menunjukkan sinyal bullish. Pada awal perdagangan Selasa, SOL bergerak di sekitar US$137. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan momentum positif ke atas, sementara Chaikin Money Flow (CMF) tetap di zona positif, mengindikasikan adanya aliran modal masuk yang kuat. Level support krusial berada di US$130. Jika SOL berhasil menembus resistance US$150, target berikutnya diperkirakan berada di rentang US$180 hingga US$200.
Meskipun prospeknya cerah, investor tetap diimbau untuk berhati-hati. Penurunan di bawah US$130 dapat memicu fase konsolidasi. Volatilitas tinggi di pasar kripto menuntut kejelian dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi ini bersifat edukasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual.


