KabarTifa- Founder Plasma, Paul Faecks, membantah keras tudingan bahwa dirinya dan timnya melakukan penjualan internal (insider selling) yang menyebabkan harga token Plasma (XPL) anjlok lebih dari 50% dalam beberapa hari terakhir. Bantahan ini muncul setelah komunitas kripto ramai memperbincangkan kemungkinan adanya manipulasi harga.
Faecks menegaskan bahwa alokasi token untuk tim dan investor telah dikunci selama tiga tahun, dengan mekanisme penurunan bertahap selama satu tahun. Ia menampik spekulasi bahwa timnya telah melepas token ke pasar. "Tidak ada anggota tim yang menjual XPL," tegas Faecks, seperti dikutip dari kabartifa.id, Jumat (4/10).
Plasma sendiri baru saja meluncurkan mainnet beta pada 25 September lalu, bersamaan dengan token XPL. Blockchain layer-1 ini dirancang untuk memfasilitasi pembayaran stablecoin yang lebih murah dan cepat. Setelah peluncuran, harga XPL sempat melonjak hingga hampir $1,70 sebelum akhirnya merosot tajam ke $0,83 pada hari Rabu, berdasarkan data TradingView.
Penurunan harga yang signifikan ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas. Banyak yang menduga bahwa tim Plasma mungkin telah melakukan penjualan tersembunyi menggunakan strategi Time-Weighted Average Price (TWAP), di mana order jual besar dipecah menjadi order-order kecil yang dieksekusi secara berkala.
Seorang penyelidik independen dengan nama ManaMoon menyoroti pergerakan dana dari brankas tim Plasma. Ia menyebutkan bahwa dompet tersebut telah mengirimkan lebih dari 600 juta token XPL ke berbagai bursa dalam beberapa hari menjelang peluncuran. "Secara pribadi, saya yakin ada pihak yang menjual token TWAP dalam jumlah berlebihan," tulis ManaMoon.
Anggota komunitas lain dengan akun crypto_popseye bahkan menyalahkan tim Plasma dan perusahaan perdagangan algoritmik Wintermute atas jatuhnya harga. Namun, tim Plasma membantah keterlibatan dengan Wintermute dan mengklaim memiliki informasi yang sama dengan publik terkait kepemilikan XPL oleh Wintermute.
"Kami tidak melibatkan Wintermute sebagai pembuat pasar dan tidak pernah membuat kontrak dengan Wintermute untuk layanan apa pun," kata Faecks.
Setelah pernyataan Faecks, crypto_popseye kembali mempertanyakan pesan sang founder. Ia menuduh Faecks menggunakan diksi yang mengesampingkan penjualan oleh tim, tetapi tidak menjelaskan status token kategori lain seperti token "ekosistem dan pertumbuhan".
"Jelas sekali mereka sudah terjual, tapi Anda menyusun tweet Anda sedemikian rupa sehingga seolah-olah mereka belum terjual," kata pengguna tersebut.
Dalam postingannya, Faecks menegaskan bahwa timnya "sangat fokus membangun masa depan keuangan" dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

