Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Inflasi AS Stabil di 3,4%: Bitcoin & Pasar Kripto Menanti Sinyal The Fed September
    Crypto

    Inflasi AS Stabil di 3,4%: Bitcoin & Pasar Kripto Menanti Sinyal The Fed September

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini12-08-2026 - 21.54Tidak ada komentar6 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Inflasi AS Stabil di 3,4%: Bitcoin & Pasar Kripto Menanti Sinyal The Fed September
    Inflasi AS Stabil di 3,4%: Bitcoin & Pasar Kripto Menanti Sinyal The Fed September
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa.ID – 12 Agustus 2026 | JAKARTA – Pasar keuangan global, termasuk aset kripto, saat ini tengah menyoroti data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan angka Inflasi AS Bertahan di 3,4%, Bitcoin Menunggu Arah The Fed September. Data Consumer Price Index (CPI) yang dirilis pada Rabu, 12 Agustus 2026, mencatat inflasi tahunan sebesar 3,4%, sesuai dengan ekspektasi para analis. Angka ini sedikit menurun dari 3,5% pada bulan Juni, sementara inflasi inti (core CPI) juga melambat menjadi 2,5% secara tahunan, turun dari 2,6% pada bulan sebelumnya. Data ini menciptakan ketidakpastian di pasar mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan September mendatang.

    Tim Research Tokocrypto mengemukakan bahwa laporan inflasi terbaru ini berhasil meredakan kekhawatiran akan lonjakan inflasi yang lebih panas dari perkiraan. Namun, angka tersebut dinilai belum cukup kuat untuk memberikan kepastian bahwa The Fed akan menahan kenaikan suku bunga. Bitcoin, sebagai aset kripto utama, merespons data ini dengan pergerakan yang relatif terbatas. BTC diperdagangkan di kisaran US$64.000 pasca rilis data, seiring para pelaku pasar masih mencerna apakah inflasi yang sesuai ekspektasi ini cukup untuk mengurangi peluang kenaikan suku bunga pada bulan September.

    Inflasi Sesuai Ekspektasi, Namun Belum Cukup Meredakan Kekhawatiran

    Laporan CPI Juli menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,1% untuk headline CPI. Angka ini berlawanan dengan penurunan 0,4% pada bulan Juni, yang merupakan penurunan bulanan terdalam sejak April 2020, terutama dipicu oleh penurunan harga energi. Secara tahunan, inflasi turun menjadi 3,4% dari 3,5%. Sementara itu, core CPI, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, menunjukkan perlambatan dari 2,6% pada Juni.

    Data ini mengindikasikan bahwa proses disinflasi masih berjalan, namun belum cukup signifikan untuk mendorong The Fed melakukan pelonggaran kebijakan moneter secara agresif. Inflasi utama masih berada di atas target The Fed, meskipun pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Kondisi ini membuat data CPI Juli tidak secara definitif menguntungkan kubu ‘dovish’ (yang menginginkan suku bunga rendah) maupun kubu ‘hawkish’ (yang cenderung menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi). Bagi kubu dovish, inflasi yang tidak lebih tinggi dari ekspektasi bisa menjadi alasan untuk menahan suku bunga. Namun, bagi kubu hawkish, inflasi yang masih di atas target tetap menjadi alasan untuk berhati-hati.

    Peluang Kenaikan Suku Bunga Menurun, Tapi Risiko Tetap Ada

    Pasca rilis data CPI, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September memang mengalami penurunan. Data dari CME Group menunjukkan probabilitas kenaikan 25 basis poin pada pertemuan 16 September turun ke 41,9%, dari 46,1% sebelum data keluar. Perubahan ini mengindikasikan pasar melihat CPI Juli sebagai laporan yang cukup stabil, namun belum menjadi sinyal dovish yang kuat. Peluang The Fed menahan suku bunga memang lebih besar, tetapi risiko kenaikan tetap terbuka.

    Salah satu faktor yang membuat pasar tetap berhati-hati adalah data tenaga kerja Juli yang sebelumnya mengecewakan. Laporan Non-Farm Payrolls AS menunjukkan penurunan 23.000 pekerjaan, jauh dari ekspektasi kenaikan 80.000. Pelemahan pasar tenaga kerja ini memberikan argumen bagi The Fed untuk bersabar. Namun, inflasi yang masih berada di atas target membuat keputusan The Fed pada September tetap menjadi situasi yang sulit. Jika data ekonomi berikutnya menunjukkan tekanan harga kembali naik, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat menguat kembali.

    Bitcoin Bergerak Terbatas Menanti Sinyal Lanjutan

    Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.039 setelah rilis CPI, menunjukkan pelemahan tipis dalam 24 jam terakhir. Pergerakan yang relatif datar ini mencerminkan respons pasar terhadap data yang sesuai ekspektasi. Laporan CPI Juli memang mengurangi risiko kejutan negatif dari inflasi yang lebih panas, namun tidak memberikan dorongan baru yang cukup besar untuk memicu reli yang kuat. Akibatnya, para trader Bitcoin masih menunggu data lanjutan sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.

    Pasar opsi juga menunjukkan adanya kehati-hatian. Menurut pengamatan Andrei Grachev dari DWF Labs, perlindungan terhadap penurunan (downside protection) masih dihargai lebih mahal dibandingkan potensi kenaikan (upside) pada expiry akhir Agustus. Strike harga di sekitar US$60.000 dilaporkan memiliki premi yang lebih tinggi dibandingkan strike upside di dekat US$70.000. Kondisi ini mengindikasikan trader tetap waspada terhadap risiko kebijakan The Fed, meskipun data CPI terbaru tidak memberikan kejutan besar. Di sisi lain, eksposur upside di sekitar US$70.000 mulai dibangun kembali, menandakan pasar masih memiliki skenario bullish jika data ekonomi berikutnya mendukung.

    Data PPI, Jobs, dan PCE Akan Menjadi Penentu Berikutnya

    Setelah CPI, fokus pasar akan beralih ke data Producer Price Index (PPI), laporan tenaga kerja Agustus, dan core PCE inflation sebelum keputusan The Fed pada 16 September. Jika data-data tersebut menunjukkan inflasi tetap terkendali dan pasar tenaga kerja terus melemah, peluang The Fed untuk menahan suku bunga akan semakin besar. Skenario ini berpotensi mendukung aset berisiko seperti saham dan kripto.

    Namun, jika PPI atau core PCE kembali menunjukkan penguatan, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali menguat. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berisiko kembali menghadapi tekanan karena pasar akan memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Sejumlah analis menilai laporan CPI Juli memberikan gambaran pendinginan bertahap tanpa sinyal resesi yang kuat. Jika harga energi terus mereda, latar makro untuk aset digital dapat tetap konstruktif meskipun tanpa perubahan kebijakan besar dari The Fed. Sebagian pelaku pasar juga melihat bahwa selama The Fed tidak menaikkan suku bunga di tengah inflasi yang masih di atas target, kondisi tersebut bisa dianggap sebagai bentuk pelonggaran efektif bagi aset berisiko.

    Bitcoin Masih Menunggu Konfirmasi untuk Bergerak

    Untuk saat ini, Bitcoin belum mendapatkan sinyal yang cukup kuat dari data CPI Juli. Data tersebut memang cukup baik untuk menurunkan peluang kenaikan suku bunga, tetapi belum cukup dovish untuk mendorong reli besar. Jika peluang kenaikan suku bunga terus menurun dalam beberapa pekan ke depan, Bitcoin berpotensi kembali menguji level resistance di area US$65.000 hingga US$70.000. Arus dana dari ETF dan sentimen pasar global juga akan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

    Sebaliknya, jika data inflasi lanjutan kembali menguat, BTC dapat kembali tertekan dan menguji level support di area US$60.000. Premi opsi downside yang menunjukkan sebagian trader masih melindungi diri dari skenario tersebut memperkuat pandangan ini. Secara keseluruhan, Inflasi AS Bertahan di 3,4%, Bitcoin Menunggu Arah The Fed September. Data ini memberi ruang bagi Bitcoin untuk tetap stabil, tetapi belum cukup untuk memastikan aset kripto bebas dari risiko kenaikan suku bunga The Fed di bulan September. Pasar kini menanti data makroekonomi berikutnya untuk menentukan apakah Bitcoin dapat bergerak menuju US$70.000 atau kembali tertekan ke area support yang lebih rendah.

    Bitcoin Inflasi AS Kripto The Fed
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMenggemparkan Pasar Kripto: Harga Pi Network Hari Ini Naik ke $0,0883, Terpapar Deadline Protocol 26!
    Next Article CLARITY Act Jadi Kunci: XRP Berpeluang Reli 100% Jika Lolos, Tembus $1 Lagi?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    CLARITY Act Jadi Kunci: XRP Berpeluang Reli 100% Jika Lolos, Tembus $1 Lagi?

    13-08-2026 - 01.17
    Crypto

    Menggemparkan Pasar Kripto: Harga Pi Network Hari Ini Naik ke $0,0883, Terpapar Deadline Protocol 26!

    12-08-2026 - 19.19
    Crypto

    Waspada! Bitcoin Tergelincir ke $63.529, Sinyal Tekanan Jual Menguat, Apa Langkah Selanjutnya?

    12-08-2026 - 09.41
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.