XRP di Ambang Reli Besar? CLARITY Act Jadi Penentu Utama
KabarTifa.ID – 13 Agustus 2026 | Harga XRP kembali menjadi sorotan tajam di pasar aset digital. Setelah sempat mengalami koreksi dan turun di bawah level psikologis US$1, aset kripto ini menunjukkan ketahanan dengan memantul kembali dengan cepat. Pergerakan ini dinilai oleh analis sebagai sinyal teknikal penting, terutama ketika pasar global masih menanti perkembangan signifikan dari CLARITY Act di Amerika Serikat. Pertanyaan besar yang menggantung adalah, XRP Berpeluang Reli 100% jika CLARITY Act Lolos, Tembus $1?
Sinyal Teknis: Bottoming Tail dan Support Krusial
Penurunan singkat XRP di bawah US$1 sempat memicu likuidasi dan terpicunya stop-loss bagi sebagian trader ritel. Level US$1 memang dikenal sebagai area psikologis yang sangat dipantau oleh para pelaku pasar. Namun, yang membuat pergerakan harga XRP kali ini menarik adalah kecepatan pemulihannya yang kembali menembus US$1. Analis melihat pola ini berpotensi membentuk ‘bottoming tail’, sebuah sinyal teknikal yang sering diasosiasikan dengan berakhirnya tekanan jual jangka pendek.
Tim riset Tokocrypto mengamati bahwa ketika XRP menembus level US$1, biasanya akan ada tekanan jual yang meningkat akibat terpicunya stop-loss. Namun, XRP tidak bertahan lama di bawah level krusial tersebut. Harga segera berbalik arah ke atas US$1, mengindikasikan adanya minat beli yang agresif saat harga mengalami penurunan. Pola seperti ini dapat menjadi indikasi bahwa pasar mulai menemukan area support jangka pendek. Fenomena ini oleh para analis disebut sebagai bottoming tail, sebuah struktur candle yang kerap diinterpretasikan sebagai pertanda awal berakhirnya fase sell-off. Meski demikian, sinyal ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Untuk menguatkan peluang pemulihan, XRP perlu mempertahankan level support terdekat dan berhasil menembus beberapa level resistance penting. Secara teknikal, area support di kisaran US$0,96 hingga US$0,97 menjadi zona pertahanan utama bagi para pembeli. Jika level ini mampu bertahan, XRP berpotensi menjaga momentum pemulihan jangka pendek. Sebaliknya, jika support ini ditembus, tekanan jual dapat kembali meningkat dan memaksa harga menguji level yang lebih rendah.
CLARITY Act: Katalis Utama yang Dinanti
Faktor eksternal yang paling dinantikan dan berpotensi menjadi pengubah arah fundamental bagi XRP adalah perkembangan CLARITY Act. Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk membangun kerangka regulasi yang jelas bagi pasar aset digital di Amerika Serikat, sekaligus memperjelas pembagian peran antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Saat ini, Senat Amerika Serikat belum melanjutkan pemungutan suara terkait CLARITY Act sebelum masa reses. Laporan menunjukkan bahwa proses ini baru akan dilanjutkan pada bulan September. Namun, peluang pengesahan RUU ini pada tahun ini masih menjadi perdebatan sengit, mengingat waktu yang semakin sempit menjelang pemilihan umum sela di AS. Pembahasan CLARITY Act juga masih diwarnai sejumlah isu krusial, termasuk ketentuan etika, kekhawatiran dari komunitas perbankan, serta perdebatan mengenai kepentingan politik dalam industri kripto.
Bagi XRP, kejelasan regulasi yang ditawarkan oleh CLARITY Act dapat menjadi katalis yang sangat signifikan. Aset ini telah bertahun-tahun terbebani oleh isu hukum dan ketidakpastian status regulasi di Amerika Serikat. Jika CLARITY Act berhasil disahkan, baik pada bulan September maupun Oktober, sentimen pasar terhadap XRP berpotensi mengalami peningkatan tajam. Ini akan menjadi jawaban atas pertanyaan, XRP Berpeluang Reli 100% jika CLARITY Act Lolos, Tembus $1?
Proyeksi Kenaikan 50% hingga 100%
Analis memperkirakan bahwa pengesahan CLARITY Act dapat mendorong harga XRP melonjak antara 50% hingga 100%. Kenaikan sebesar ini dianggap masih masuk akal, mengingat rekam jejak XRP pada siklus pasar sebelumnya. Target awal yang disorot berada di kisaran US$1,50 hingga US$1,55. Level ini merupakan resistance penting karena XRP telah mengujinya sebanyak tiga kali sebelumnya dan belum berhasil menembusnya secara meyakinkan.
Jika XRP mampu menembus dan bertahan di atas US$1,50 hingga US$1,55, peluang kenaikan lebih lanjut akan terbuka lebar. Namun, jika kembali tertolak di zona tersebut, kemungkinan besar harga akan memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba melakukan reli berikutnya. Dengan kata lain, CLARITY Act dapat menjadi pemicu kenaikan yang signifikan, namun pergerakan harga XRP tetap memerlukan konfirmasi teknikal melalui penembusan resistance utama.
Navigasi Regulasi dan Tantangan ke Depan
Saat ini, XRP berada di persimpangan jalan yang krusial. Rebound cepat dari bawah US$1 memberikan sinyal positif bahwa para pembeli masih berupaya mempertahankan level psikologis tersebut. Area support US$0,96 hingga US$0,97 menjadi kunci untuk menjaga struktur pemulihan harga agar tidak rusak. Di sisi lain, target utama kenaikan berada di area US$1,50 hingga US$1,55, yang sangat bergantung pada membaiknya sentimen regulasi.
Penembusan kuat di atas zona tersebut berpotensi membuka ruang kenaikan yang lebih besar, menjawab potensi reli 100% yang diimpikan banyak investor. Namun, risiko tetap ada. Ketidakpastian mengenai lolosnya CLARITY Act dan hambatan dalam proses negosiasi di Senat menjadi tantangan utama. Jika pembahasan RUU ini kembali tertunda, sentimen terhadap XRP bisa melemah dan harga berisiko kembali bergerak sideways atau bahkan terkoreksi.
Secara keseluruhan, prospek XRP menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasca-rebound dari level US$1. Namun, reli besar yang diprediksi mampu menaikkan harga hingga 50%-100% masih sangat bergantung pada dua faktor utama: kemampuan harga mempertahankan support jangka pendek dan perkembangan positif dari CLARITY Act dalam beberapa pekan mendatang. Jika semua berjalan sesuai harapan, maka pertanyaan XRP Berpeluang Reli 100% jika CLARITY Act Lolos, Tembus $1? bisa terjawab dengan positif.

