Editor: BobonSyah
KabarTifa- Jakarta – Token RaveDAO (RAVE) menggemparkan pasar kripto dengan lonjakan harga yang fantastis, mencapai lebih dari 10.000% dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Puncaknya, pada 18 April, aset digital ini kembali meroket 44% hanya dalam satu hari. Namun, di balik euforia kenaikan yang mencengangkan ini, bayang-bayang skema "pump and dump" yang mencurigakan mulai terkuak, memicu kekhawatiran serius di kalangan investor, menurut laporan kabartifa.id.

Dugaan manipulasi pasar ini pertama kali diungkap oleh analis on-chain terkemuka, ZachXBT. Melalui unggahannya di media sosial, ZachXBT secara terang-terangan menyoroti lonjakan harga RAVE yang dinilai tidak wajar dan memicu pertanyaan mendalam mengenai transparansi serta distribusi kepemilikan token yang sesungguhnya.
Mayoritas Token Diduga Dikuasai Pihak Internal
Analisis on-chain yang dilakukan ZachXBT menunjukkan fakta mengejutkan: sekitar 95% dari total pasokan token RAVE diduga kuat terkonsentrasi di tangan tim internal RaveDAO. Lebih lanjut, sebagian kecil pasokan lainnya pun disinyalir masih terafiliasi dengan pihak internal melalui akun-akun di beberapa platform bursa kripto.
Kondisi ini sontak meningkatkan potensi manipulasi harga secara signifikan. Dengan kepemilikan yang terpusat pada segelintir pihak, pemegang besar memiliki kekuatan untuk mengendalikan pergerakan pasar, yang berpotensi merugikan investor ritel. ZachXBT bahkan menyerukan bursa kripto raksasa seperti Binance dan Bitget untuk segera melakukan investigasi internal terkait dugaan praktik ini. Ia juga menawarkan hadiah bagi siapa saja yang dapat memberikan bukti tambahan mengenai aktivitas perdagangan orang dalam (insider trading) dalam proyek RaveDAO.
Para analis dari Tim Riset Tokocrypto turut menyoroti fenomena ini. Mereka menjelaskan bahwa lonjakan harga ekstrem yang tidak diiringi dengan distribusi kepemilikan token yang sehat merupakan indikator risiko tinggi dalam sebuah aset kripto. Konsentrasi token yang besar di tangan sedikit pihak membuka celah lebar bagi terjadinya manipulasi pasar, yang pada akhirnya dapat merugikan investor kecil.
"Mereka memperingatkan bahwa lonjakan harga yang terlampau cepat dan tidak didukung oleh fundamental serta distribusi kepemilikan yang sehat, seringkali berujung pada koreksi tajam yang merugikan. Oleh karena itu, investor perlu lebih berhati-hati terhadap aset dengan volatilitas tinggi dan transparansi yang terbatas," ujar analisis dari Tokocrypto.
Ancaman "Dump" dan Risiko Bagi Investor Ritel
Dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang sedemikian tinggi, muncul kekhawatiran serius akan "dump" besar-besaran. Jika pihak internal memutuskan untuk menjual aset RAVE mereka secara bersamaan, harga token dapat anjlok secara drastis dalam waktu singkat. Pola ini sangat identik dengan modus "pump and dump", di mana harga didorong naik secara artifisial sebelum akhirnya dilepas ke pasar dengan tujuan meraup keuntungan cepat dari investor yang tidak waspada.
Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, baik pihak RaveDAO maupun bursa kripto yang disebutkan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, harga RAVE masih terpantau mengalami kenaikan dan diperdagangkan di kisaran $27.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli.


