Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - KabarTifa- Federal Reserve (The Fed) secara resmi menghentikan kebijakan Quantitative Tightening (QT) per 1 Desember 2025. Langkah ini mengakhiri periode pengetatan moneter yang dimulai sejak 2022, di mana The Fed mengurangi neraca keuangannya dengan menjual aset dan tidak memperbarui obligasi yang jatuh tempo.
    Crypto

    KabarTifa- Federal Reserve (The Fed) secara resmi menghentikan kebijakan Quantitative Tightening (QT) per 1 Desember 2025. Langkah ini mengakhiri periode pengetatan moneter yang dimulai sejak 2022, di mana The Fed mengurangi neraca keuangannya dengan menjual aset dan tidak memperbarui obligasi yang jatuh tempo.

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini03-12-2025 - 13.30Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    KabarTifa- Federal Reserve (The Fed) secara resmi menghentikan kebijakan Quantitative Tightening (QT) per 1 Desember 2025. Langkah ini mengakhiri periode pengetatan moneter yang dimulai sejak 2022, di mana The Fed mengurangi neraca keuangannya dengan menjual aset dan tidak memperbarui obligasi yang jatuh tempo.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    The Fed Stop QT! Kripto Terbang Tinggi?

    Jakarta, KabarTifa.id – Keputusan mengejutkan! The Fed resmi mengakhiri Quantitative Tightening (QT). Apa dampaknya bagi aset kripto?

    KabarTifa- Federal Reserve (The Fed) secara resmi menghentikan kebijakan Quantitative Tightening (QT) per 1 Desember 2025. Langkah ini mengakhiri periode pengetatan moneter yang dimulai sejak 2022, di mana The Fed mengurangi neraca keuangannya dengan menjual aset dan tidak memperbarui obligasi yang jatuh tempo.
    Gambar Istimewa : s.w.org

    KabarTifa- Dengan neraca The Fed yang kini stabil di sekitar $6,57 triliun, penghentian QT diharapkan dapat meningkatkan aliran dana ke aset-aset berisiko, termasuk kripto. Meskipun tidak secara langsung mencetak uang baru seperti era Quantitative Easing (QE), langkah ini diyakini akan memberikan angin segar bagi pasar.

    KabarTifa- Berakhirnya QT diperkirakan akan meningkatkan likuiditas secara bertahap melalui reinvestasi obligasi, berpotensi menyuntikkan hingga $95 miliar per bulan ke pasar. Kondisi ini dapat melemahkan nilai dolar AS, menurunkan biaya pinjaman, dan mendorong ekspansi kredit perbankan. Pasar saham, seperti S&P 500, dan aset kripto berpotensi mencetak rekor baru karena aset growth stocks diuntungkan dari likuiditas yang melimpah.

    KabarTifa- Namun, MFS Investment Management mengingatkan bahwa neraca The Fed yang lebih besar dari pra-pandemi dapat mendukung stabilitas jangka panjang, tetapi juga berisiko jika inflasi kembali meningkat.

    KabarTifa- Setelah pengumuman penghentian QT, pada 2 Desember 2025, Bitcoin melonjak lebih dari 7% melewati $90.000. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk injeksi likuiditas $13,5 miliar dari The Fed, ekspektasi penurunan suku bunga di bulan Desember, dan peningkatan partisipasi institusional, seperti Vanguard yang mulai membuka pintu untuk trading ETF kripto.

    KabarTifa- Banyak analis memprediksi bahwa berakhirnya QT dapat menjadi katalisator untuk supercycle kripto, mirip dengan periode 2019-2022 di mana altcoin mengalami rally setelah QT dihentikan.

    KabarTifa- Namun, data historis menunjukkan bahwa penghentian QT oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto. Contohnya, pada Oktober 2019, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam setelah QT berakhir. Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan QE sebagai respons terhadap pandemi.

    KabarTifa- Untuk altcoin, banyak yang meyakini bahwa aset ini akan melebihi performa Bitcoin setelah berakhirnya QT, berdasarkan pola historis yang terjadi pada tahun 2019. Analis seperti Matthew Hyland menyoroti tren ini, di mana akhir QT menjadi sinyal untuk rotasi dana ke aset berisiko lebih tinggi seperti altcoin, berpotensi memicu altseason.

    KabarTifa- Meskipun banyak narasi bullish dengan dihentikannya QT, investor kripto tetap perlu waspada. Jika data inflasi atau laporan pekerjaan Desember menunjukkan peningkatan tak terduga, The Fed bisa saja kembali hawkish dan memicu volatilitas dan koreksi.

    KabarTifa- Selain itu, akhir QT tidak otomatis berarti QE. Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleEthereum Bangkit! Mampukah Tembus $3.100?
    Next Article ALCH Terbang Tinggi! Reli AI Crypto Makin Membara?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Misteri Solana: Harga Anjlok, Dana Miliaran Mengalir!

    15-12-2025 - 05.45
    Crypto

    Dogecoin Terancam Anjlok? Investor Wajib Tahu Ini!

    15-12-2025 - 05.30
    Crypto

    15-12-2025 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2025 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.