The Fed Stop QT! Kripto Terbang Tinggi?
Jakarta, KabarTifa.id – Keputusan mengejutkan! The Fed resmi mengakhiri Quantitative Tightening (QT). Apa dampaknya bagi aset kripto?

KabarTifa- Dengan neraca The Fed yang kini stabil di sekitar $6,57 triliun, penghentian QT diharapkan dapat meningkatkan aliran dana ke aset-aset berisiko, termasuk kripto. Meskipun tidak secara langsung mencetak uang baru seperti era Quantitative Easing (QE), langkah ini diyakini akan memberikan angin segar bagi pasar.
KabarTifa- Berakhirnya QT diperkirakan akan meningkatkan likuiditas secara bertahap melalui reinvestasi obligasi, berpotensi menyuntikkan hingga $95 miliar per bulan ke pasar. Kondisi ini dapat melemahkan nilai dolar AS, menurunkan biaya pinjaman, dan mendorong ekspansi kredit perbankan. Pasar saham, seperti S&P 500, dan aset kripto berpotensi mencetak rekor baru karena aset growth stocks diuntungkan dari likuiditas yang melimpah.
KabarTifa- Namun, MFS Investment Management mengingatkan bahwa neraca The Fed yang lebih besar dari pra-pandemi dapat mendukung stabilitas jangka panjang, tetapi juga berisiko jika inflasi kembali meningkat.
KabarTifa- Setelah pengumuman penghentian QT, pada 2 Desember 2025, Bitcoin melonjak lebih dari 7% melewati $90.000. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk injeksi likuiditas $13,5 miliar dari The Fed, ekspektasi penurunan suku bunga di bulan Desember, dan peningkatan partisipasi institusional, seperti Vanguard yang mulai membuka pintu untuk trading ETF kripto.
KabarTifa- Banyak analis memprediksi bahwa berakhirnya QT dapat menjadi katalisator untuk supercycle kripto, mirip dengan periode 2019-2022 di mana altcoin mengalami rally setelah QT dihentikan.
KabarTifa- Namun, data historis menunjukkan bahwa penghentian QT oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto. Contohnya, pada Oktober 2019, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam setelah QT berakhir. Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan QE sebagai respons terhadap pandemi.
KabarTifa- Untuk altcoin, banyak yang meyakini bahwa aset ini akan melebihi performa Bitcoin setelah berakhirnya QT, berdasarkan pola historis yang terjadi pada tahun 2019. Analis seperti Matthew Hyland menyoroti tren ini, di mana akhir QT menjadi sinyal untuk rotasi dana ke aset berisiko lebih tinggi seperti altcoin, berpotensi memicu altseason.
KabarTifa- Meskipun banyak narasi bullish dengan dihentikannya QT, investor kripto tetap perlu waspada. Jika data inflasi atau laporan pekerjaan Desember menunjukkan peningkatan tak terduga, The Fed bisa saja kembali hawkish dan memicu volatilitas dan koreksi.
KabarTifa- Selain itu, akhir QT tidak otomatis berarti QE. Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.
