Kenaikan ini sejalan dengan pemulihan pasar kripto secara umum, di mana Bitcoin juga sempat menembus $119.000, membuka jalan bagi altcoin lain untuk ikut menguat.
Peluncuran US Treasury tokenized Circle (USYC) di blockchain Solana menjadi katalis utama reli Solana kali ini. Langkah ini memperluas ekosistem USYC yang sebelumnya hanya tersedia di Ethereum, Near, Base, dan Canton.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $630 juta, USYC menjadi salah satu produk tokenisasi treasury terbesar kelima. Integrasinya di Solana diyakini akan meningkatkan adopsi SOL, terutama di kalangan investor institusional. Potensi pemanfaatan USYC di Solana sangat luas, mulai dari agunan margin untuk perdagangan derivatif hingga aset penghasil imbal hasil di platform DeFi.
Secara teknikal, grafik SOL/USD 4 jam menunjukkan tren bullish yang kuat. Setelah menembus resistensi $220, SOL kini diperdagangkan di sekitar $224 per koin. Jika tren ini berlanjut, SOL berpotensi menembus resistensi berikutnya di $241. Namun, para trader perlu waspada terhadap potensi penarikan likuiditas ke sekitar $214 sebelum melanjutkan reli.
Di sisi lain, jika pasar terkoreksi, SOL kemungkinan akan menguji ulang support penting di $205. Kehilangan level ini dapat membuka jalan bagi penurunan lebih dalam ke bawah $200.
Dengan dukungan fundamental dari peluncuran USYC dan indikator teknikal yang positif, Solana tampaknya siap melanjutkan reli menuju $240. Namun, volatilitas tetap tinggi, sehingga investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistensi kunci sebelum membuat keputusan.
Pantau terus perkembangan pasar kripto dan berita terbaru di kabartifa.id.
Judul Alternatif:
- SOL Terbang Tinggi! Target $240 Tercapai?
- Solana Meroket! USYC Jadi Kunci Kenaikan?
- SOL Lampaui $220! Bull Run Solana Dimulai?

