KabarTifa.ID – 31 Juli 2026 | Protokol decentralized finance (DeFi) terkemuka, Aave, mengumumkan sebuah proposal strategis yang mengejutkan pasar. Aave usulkan hapus 50 aset dan tutup 6 jaringan untuk kurangi risiko operasional dan teknis yang semakin kompleks. Langkah ini menandai pergeseran fokus dari ekspansi agresif menjadi penguatan fondasi dan efisiensi dalam pengelolaan aset digitalnya.
Stani Kulechov, founder Aave, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan tinjauan komprehensif terhadap aktivitas aset di berbagai deployment pinjaman (lending). Sebanyak 50 aset reserve akan dihentikan dukungannya, bersamaan dengan penutupan bertahap atau wind down pada market di enam jaringan berbeda, yaitu Sonic, Scroll, zkSync, Metis, Soneium, dan Aptos. Secara keseluruhan, perubahan ini diperkirakan berdampak pada total suplai sekitar US$98,1 juta dan utang yang beredar (outstanding debt) sebesar US$15,6 juta. Namun, proposal ini masih memerlukan persetujuan dari mekanisme tata kelola (governance) Aave sebelum dapat diimplementasikan.
Fokus pada Aset dengan Adopsi Rendah
Proses peninjauan yang dilakukan Aave mengidentifikasi bahwa sejumlah aset reserve memiliki tingkat penggunaan yang rendah. Selain itu, aset seperti Pendle Principal Tokens (PTs) yang sudah jatuh tempo juga menjadi target penghapusan karena tidak lagi memiliki fungsi pinjaman yang aktif. Kulechov menekankan bahwa setiap reserve membutuhkan sumber daya operasional yang berkelanjutan, termasuk pemeliharaan oracle, pemantauan parameter risiko, dan infrastruktur likuidasi. Penghapusan aset-aset ini bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan meminimalkan potensi masalah teknis atau operasional di masa depan.
Laporan dari Coinedition merinci bahwa penghapusan reserve individual mencakup 50 reserves dan 21 matured Pendle PTs di 11 deployment. Kelompok ini mewakili sekitar US$85,3 juta dalam bentuk suplai dan US$11,5 juta dalam bentuk utang. Sementara itu, penutupan penuh market di enam deployment tambahan akan menghapus 25 reserves lagi, dengan nilai suplai sekitar US$12,8 juta dan utang US$4,1 juta.
Beberapa kategori aset yang terdampak termasuk aset yang dijembatani (bridged assets) seperti USDC.e dan USDbC, terutama di jaringan yang sudah memiliki versi native yang lebih stabil. Aave juga akan menghentikan dukungan untuk MaticX seiring dengan keputusan penerbit token tersebut untuk menghentikan dukungannya. Keputusan untuk Aave usulkan hapus 50 aset dan tutup 6 jaringan untuk kurangi risiko ini mencerminkan upaya untuk menyederhanakan ekosistem dan meningkatkan efisiensi.
Enam Deployment Akan Ditutup Bertahap
Selain penghapusan aset spesifik, proposal ini juga mencakup penutupan penuh deployment di jaringan Sonic, Scroll, zkSync, Metis, Soneium, dan Aptos. Analisis internal menunjukkan bahwa aktivitas di keenam pasar ini telah menurun secara signifikan dan tidak lagi memenuhi ambang batas penggunaan yang diperlukan untuk dipertahankan. Deployment Sonic tercatat sebagai yang terbesar di antara keenamnya, dengan nilai suplai sekitar US$7,6 juta. Scroll menyusul dengan US$2,2 juta, Aptos US$1,7 juta, zkSync US$800.000, Metis US$300.000, dan Soneium US$200.000. Secara agregat, keenam deployment ini mewakili sekitar US$12,8 juta suplai yang akan masuk dalam proses deprecation market penuh.
Langkah ini secara jelas menunjukkan bahwa Aave mulai menerapkan pendekatan yang lebih selektif dalam mempertahankan deployment lintas jaringan. Fokus kini bergeser tidak hanya pada ekspansi, tetapi juga pada aspek efisiensi, keamanan, dan mitigasi risiko dari pasar yang kurang aktif. Keputusan Aave usulkan hapus 50 aset dan tutup 6 jaringan untuk kurangi risiko ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisinya di industri DeFi yang dinamis.
Proses Wind Down untuk Membatasi Eksposur Baru
Dalam proses deprecation, Aave akan mengambil langkah-langkah konkret untuk membatasi eksposur baru pada aset dan jaringan yang terdampak. Reserve yang akan dihapus akan dibekukan, dan supply cap serta borrow cap akan diturunkan menjadi satu. Tujuannya adalah untuk mencegah pengguna menambah posisi baru pada aset atau pasar yang akan dihentikan. Untuk reserve yang masih memiliki posisi pinjaman terbuka, reserve factor akan dinaikkan. Peningkatan ini akan mengarahkan lebih banyak bunga ke kas protokol (treasury) dan sekaligus mendorong pengguna untuk menarik aset yang mereka suplai serta melunasi utang yang masih berjalan.
Pada enam deployment yang akan ditutup penuh, langkah serupa akan diterapkan pada seluruh reserve. Aset yang terkait dengan aktivitas pinjaman akan melihat reserve factor dinaikkan menjadi 99%, sementara base rate pada model suku bunga akan ditetapkan di 5%. Aave juga mengindikasikan bahwa penyesuaian tambahan mungkin akan dilakukan tergantung pada perkembangan posisi yang tersisa. Perubahan ini bisa mencakup penyesuaian pada model suku bunga atau ambang batas likuidasi jika diperlukan.
Proposal ini mencerminkan perubahan pendekatan Aave dalam mengelola ekspansi multichain. Setelah sebelumnya gencar memperluas jangkauannya ke banyak jaringan, protokol kini mulai memangkas aset dan deployment yang terbukti tidak lagi efisien. Jika disetujui oleh mekanisme governance, langkah ini diharapkan dapat membantu Aave mengurangi beban operasional, memperkuat manajemen risiko, dan memusatkan likuiditas pada pasar yang lebih aktif. Pengguna yang terdampak oleh penghapusan aset dan penutupan jaringan ini diimbau untuk memantau proses governance dan bersiap untuk melakukan penyesuaian posisi sebelum wind down diterapkan sepenuhnya.
Keputusan Aave usulkan hapus 50 aset dan tutup 6 jaringan untuk kurangi risiko ini menjadi sorotan penting dalam lanskap DeFi saat ini, menunjukkan bahwa keberlanjutan dan efisiensi menjadi prioritas utama bagi protokol-protokol besar.

