KabarTifa- Putra Menteri Purbaya, Yudo Sadewa, baru-baru ini membagikan sejumlah tips penting bagi para investor kripto, khususnya pemula, agar terhindar dari kerugian saat berinvestasi di altcoin. Melalui akun TikTok pribadinya @yudosadewa, Yudo aktif memberikan pandangan mengenai pasar dan perkembangan dunia kripto.
Yudo mengingatkan investor untuk tidak terburu-buru membeli altcoin, terutama token yang baru dirilis dan mendapatkan airdrop dalam jumlah besar. Menurutnya, banyak investor pemula tergiur oleh kenaikan harga altcoin tanpa memahami tokenomics dan risiko yang ada. Alih-alih untung, mereka justru merugi karena membeli saat harga sudah tinggi.

Lantas, apa saja tips dari Yudo Sadewa untuk memilih altcoin potensial dan menghindari jebakan? Berikut penjelasannya:
Hindari Token Airdrop Baru Listing
Yudo Sadewa menjelaskan bahwa kesalahan investor pemula bukan hanya karena salah memilih proyek, tetapi juga karena tidak memahami waktu dan struktur token. Ia menyarankan untuk menghindari membeli token airdrop yang baru listing setelah TGE (Token Generation Event).
Alasannya, setelah token diperdagangkan, penerima airdrop cenderung langsung menjual token gratis mereka ke pasar. Hal ini dapat memicu aksi jual massal (dump) dan menurunkan harga token setelah listing. Investor baru yang masuk saat hype berpotensi menjadi "korban likuiditas" bagi pemegang airdrop atau investor awal yang ingin menjual di puncak.
Data dari Cointelegraph menunjukkan bahwa 74,19% token airdrop mengalami penurunan harga setelah listing. Dari 31 token airdrop besar yang berhasil TGE, 23 di antaranya langsung kehilangan nilai setelah listing, dan hanya 8 yang memberikan return positif.
Waspadai Inflasi Token Akibat Unlock Besar
Selain airdrop, Yudo Sadewa juga menekankan pentingnya memahami tokenomics atau struktur ekonomi di balik setiap altcoin. Beberapa proyek memiliki sistem distribusi token yang berisiko, yaitu jadwal unlock besar setiap beberapa bulan. Fenomena ini disebut inflating tokenomics, di mana suplai token terus bertambah sementara permintaan tidak selalu mengikuti.
Akibatnya, harga token cenderung tertekan setiap kali terjadi unlock besar. Yudo mencontohkan proyek seperti Manta Network (MANTA) dan StarkNet (STRK), yang memiliki token dalam jumlah besar yang belum di-unlock dengan jadwal yang tidak terlalu lama, sehingga harga sulit naik karena inflasi suplai token.
Data dari Tokenomist menunjukkan bahwa sejak peluncuran pada Januari 2024, jumlah token Manta Network yang beredar baru sekitar 253 juta. Namun, pada November 2025, jumlah tersebut melonjak menjadi 543 juta token. Ini berarti Manta mengalami inflasi suplai lebih dari 100% dalam periode singkat.
Kesimpulan
Dua tips dari Yudo Sadewa ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sering diabaikan oleh investor kripto pemula. Jika Anda ingin mencari altcoin potensial, jangan hanya melihat hype, tetapi pahami juga fundamental dan tokenomics altcoin tersebut.
Cari token altcoin yang locked suplainya tinggal sedikit lagi agar tidak inflasi? Yuk langsung cari di aplikasi Tokocrypto dan nikmati gratis biaya trading!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif, bukan ajakan untuk menjual atau membeli. Segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab Anda. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

