Editor: BobonSyah
KabarTifa- Jakarta – Erik Voorhees, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia kripto dan pendiri ShapeShift, kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan melakukan pembelian Ethereum (ETH) dalam skala masif. Setelah sempat menjual sebagian besar kepemilikannya tahun lalu, Voorhees kini mengakumulasi ETH senilai lebih dari US$56 juta, atau setara dengan sekitar Rp900 miliar. Langkah strategis ini sontak memicu spekulasi luas mengenai potensi pergerakan bullish di pasar aset digital.

Informasi mengenai transaksi jumbo ini terungkap dari data on-chain yang dipantau ketat oleh para analis blockchain. Berdasarkan laporan dari Arkham yang dikutip oleh platform analitik Lookonchain, Voorhees membeli sekitar 23.393 ETH menggunakan 49,08 juta USDT melalui dua dompet kripto pada hari Minggu. Tak berhenti di situ, salah satu dompetnya terpantau melakukan pembelian tambahan, sehingga total akumulasi mencapai sekitar 24.968 ETH dengan nilai total US$56,5 juta.
Perubahan Strategi Setelah Penjualan Besar
Pembelian ini menarik perhatian khusus mengingat Voorhees diketahui sempat menjual sekitar 12.886 ETH setahun lalu, ketika harga per koin berada di kisaran US$3.324. Perubahan arah investasi yang signifikan ini mengindikasikan adanya pandangan baru dari Voorhees terhadap prospek Ethereum di tengah kondisi pasar saat ini.
Tim Research Tokocrypto memberikan pandangannya terkait fenomena ini. "Jika akumulasi sebesar ini benar terjadi, pesannya cukup jelas: para pelaku pasar lama yang sempat keluar dari ETH kini kembali masuk dalam skala besar, terutama saat sentimen Ethereum mulai membaik," ujar tim tersebut. Mereka menambahkan, "Secara on-chain, pembelian masif seperti ini memang bukan jaminan tren naik permanen, namun sangat penting karena menunjukkan keyakinan kuat dari investor berprofil tinggi terhadap ETH sebagai aset inti, bukan sekadar alat trading jangka pendek."
Aktivitas Dompet dan Diversifikasi Investasi
Pemantauan lebih lanjut terhadap dompet kripto Voorhees menunjukkan bahwa dompet dengan alamat awal 0x3e6…Ef2f7 masih menyimpan 4,44 juta USDT serta 8,64 juta AETHUSDT. Sementara itu, dompet kedua (0x431…10c91) dilaporkan telah menggunakan seluruh saldo USDT-nya untuk mengakuisisi Ethereum.
Menariknya, beberapa hari sebelum pembelian ETH ini, Voorhees juga diketahui berinvestasi pada aset kripto berbasis emas tokenisasi, seperti XAUT dan PAXG, senilai sekitar US$23,7 juta. Aset-aset ini merupakan stablecoin yang didukung oleh emas fisik dan sering digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar kripto.
Sinyal Minat Institusional Terhadap Ethereum
Langkah Voorhees ini diperkuat oleh tren yang lebih luas di pasar. Sejumlah analis melihatnya sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor institusional terhadap Ethereum. Indikasi ini juga terlihat dari aliran dana masuk bersih ke produk ETF Ethereum spot yang mencapai sekitar US$160,8 juta dalam sepekan terakhir. Selain Voorhees, Billy Luedtke, CEO Intuition Protocol dan salah satu pengguna awal Ethereum, juga dilaporkan membeli sekitar 7.769 ETH pada hari yang sama.
Pada saat berita ini ditulis, harga Ethereum diperdagangkan di kisaran US$2.265 per koin, menunjukkan kenaikan sekitar 7% dalam 24 jam terakhir.

