Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan sinyal bahaya yang mengkhawatirkan. Aset kripto terbesar kedua di dunia ini terancam jatuh di bawah level psikologis krusial $3.000 setelah gagal mempertahankan posisinya di atas resistensi utama. Pergerakan terbaru pada Selasa (20/1/2026) pukul 20.00 UTC menunjukkan ETH diperdagangkan di sekitar $3.109, di tengah tekanan jual yang terus meningkat dan struktur pasar yang kembali melemah.

Pelemahan ini bukan tanpa alasan. Setelah sempat menikmati reli singkat di awal bulan, Ethereum kini kembali membentuk pola bearish. Kondisi pasar kripto yang secara umum lesu, ditambah dengan tekanan jual yang terus membesar, membuat risiko penurunan harga semakin nyata. Meskipun demikian, ada secercah harapan dari aktivitas akumulasi oleh investor jangka panjang.
Investor Jangka Panjang Masih Bertahan, Namun…
Dilaporkan oleh BeInCrypto, data on-chain menunjukkan bahwa long-term holder (LTH) Ethereum masih berada dalam fase akumulasi. Indikator HODLer Net Position Change secara konsisten mencatat bar hijau sejak akhir Desember, menandakan bahwa distribusi aset menurun dan pembelian oleh investor berjangka panjang masih berlanjut. Akumulasi ini sejauh ini memang membantu meredam tekanan turun. Namun, para analis menilai dukungan dari LTH berpotensi kewalahan apabila tekanan dari pasar derivatif dan sentimen makro terus memburuk.
Sinyal Bahaya dari Pasar Derivatif
Dari sisi derivatif, kondisi pasar ETH menunjukkan kecenderungan bearish yang kuat. Sekitar 83% posisi terbuka (open interest) di pasar futures condong ke posisi short. Ketimpangan signifikan ini berisiko memicu volatilitas tinggi, terutama saat harga mendekati level psikologis penting. Data likuidasi mengungkap adanya zona bahaya di sekitar $3.000. Jika ETH tergelincir ke area tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan mencapai $368 juta, yang dapat mempercepat tekanan jual dan memperdalam koreksi harga secara drastis.
Tekanan Jual Kian Menguat
Indikator momentum juga mengonfirmasi lemahnya kekuatan beli. Money Flow Index (MFI) Ethereum telah turun di bawah level 50, menandakan arus modal mulai keluar dari aset tersebut. Setelah sempat menyentuh area overbought di awal bulan, tekanan beli ETH terus melemah. Penurunan MFI biasanya mencerminkan dominasi penjual di pasar. Selama arus dana belum kembali positif, harga Ethereum dinilai masih sangat rentan untuk melanjutkan penurunannya.
Risiko Terjun ke $2.900
Secara teknikal, grafik 12 jam ETH menunjukkan pola double top, sebuah formasi bearish yang kuat. Pola ini membuka peluang koreksi sekitar 7,5%, dengan target penurunan ke area $2.900. Level support krusial berada di $3.085. Jika level ini jebol secara meyakinkan, tekanan jual diperkirakan akan meningkat tajam, terutama saat harga menembus $3.000, yang dikenal sebagai level psikologis penting dengan risiko likuidasi tinggi.
Tim Riset Tokocrypto menjelaskan bahwa divergensi antara akumulasi investor jangka panjang dan tekanan jual spekulatif jangka pendek sering kali menciptakan "jebakan likuiditas" (liquidity trap). Dalam skenario ini, harga sengaja didorong turun untuk memicu likuidasi posisi long sebelum tren utama berlanjut.
Meskipun demikian, peluang pembalikan arah masih terbuka. Jika ETH mampu bertahan dan memantul kuat dari area $3.085, kepercayaan pasar dapat pulih. Dalam skenario optimistis tersebut, Ethereum berpotensi menguji resistance di $3.287, yang sekaligus akan menggugurkan skenario bearish yang saat ini mendominasi pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan untuk menjual atau membeli.


