KabarTifa- Harga Pi Network (PI) mengalami penurunan tajam dalam 24 jam terakhir, dengan penurunan mencapai 4,91% menurut data Coinmarketcap pada Rabu (21/1). Penurunan ini memperpanjang tren negatif, dengan total penurunan mencapai 12,24% dalam seminggu terakhir. Kinerja PI jauh lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara umum yang terkoreksi 7,11% dalam periode yang sama, mengindikasikan adanya masalah spesifik yang membebani proyek Pi Network.
Pelemahan PI terjadi di tengah sentimen pasar kripto global yang sedang menghindari risiko (risk-off), dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait isu Greenland. Kondisi ini mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman seperti emas, sehingga menekan harga aset berisiko seperti kripto.

Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto global menyusut sekitar 2,91% atau setara dengan $89 miliar USD. Bitcoin (BTC) masih mendominasi pasar dengan pangsa 59,2%, menyebabkan banyak altcoin, termasuk PI, mengalami koreksi yang lebih dalam karena korelasi yang tinggi dengan pergerakan BTC. Namun, penurunan PI yang lebih agresif menunjukkan bahwa proyek ini belum memiliki daya tahan terhadap tekanan ekonomi makro. Likuiditas PI yang rendah, dengan rasio perputaran hanya 0,0118, memperparah tekanan jual karena order jual relatif mudah menekan harga.
Selain faktor eksternal, masalah internal proyek juga menjadi penyebab utama penurunan harga PI. Pi Network belum meluncurkan open mainnet, meskipun telah dijanjikan sejak 2021. Kendala seperti antrean KYC yang belum selesai, saldo terkunci, dan minimnya listing di bursa besar terus memicu kekecewaan di kalangan komunitas. Sentimen negatif di media sosial semakin meningkat, dengan banyak pengguna menganggap Pi Network sebagai proyek yang terlalu lama menjanjikan tanpa realisasi. Rencana pembukaan (unlock) sekitar 55,8 juta token PI hingga akhir bulan juga berpotensi menambah tekanan suplai tanpa adanya pendorong permintaan yang jelas. Data juga menunjukkan penurunan minat dari investor besar, dengan jumlah whale PI turun 35% sejak Januari, menandakan berkurangnya kepercayaan dari pemodal besar.
Secara teknikal, PI telah menembus level support penting di $0,192, mengonfirmasi struktur pasar yang bearish. Indikator RSI (7) berada di level 8,66, menandakan kondisi sangat oversold. Meskipun kondisi ini berpotensi memicu pantulan jangka pendek, indikator MACD masih berada di area negatif, sehingga tren utama masih cenderung turun. Jika tekanan jual berlanjut, harga PI berpotensi menguji area $0,173, yang merupakan level Fibonacci retracement 78,6%. Untuk membalikkan arah tren, volume perdagangan harian perlu meningkat signifikan, setidaknya menembus $26 juta per hari sebagai konfirmasi minat beli yang nyata.
Prospek pemulihan PI sangat bergantung pada perkembangan fundamental. Peluncuran open mainnet atau listing di bursa kripto besar menjadi katalis krusial yang dinantikan pasar. Tanpa realisasi tersebut, PI berisiko terus bergerak dalam tren lemah, terutama di tengah tekanan suplai harian dari token unlock.
Penurunan harga Pi Network (PI) saat ini merupakan kombinasi dari tekanan makro global, krisis kepercayaan terhadap proyek, dan kerusakan struktur teknikal. Level $0,183 menjadi area krusial yang perlu dipertahankan dalam waktu dekat. Investor dan trader disarankan untuk mencermati perkembangan fundamental Pi Network serta pergerakan volume sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas dan risiko yang masih tinggi.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul.


