KabarTifa- Harga Pi Network (PI) kembali tertekan, mencatatkan penurunan sebesar 1,39% dalam 24 jam terakhir dan menyentuh level $0,231. Koreksi ini memperpanjang tren penurunan mingguan menjadi 15,98%, menjadikan PI sebagai salah satu altcoin dengan performa terburuk.
Penurunan harga PI dipicu oleh kombinasi beberapa faktor krusial. Tekanan jual akibat token unlock dalam jumlah besar, sinyal bearish dari analisis teknikal, dan sentimen pasar kripto yang sedang dilanda ketakutan (fear) menjadi pemicu utama.

Pada tanggal 4 Desember lalu, Pi Network melakukan unlock sebanyak 190 juta PI, yang nilainya mencapai sekitar $44 juta berdasarkan harga saat ini. Langkah ini, yang disebut oleh CEO Pi Network, Dr. Nicolas Kokkalis, sebagai "tahap penting menuju kedewasaan ekosistem," justru disambut negatif oleh pasar.
Alih-alih memicu optimisme, suplai besar yang masuk ke peredaran justru menekan harga PI. Unlock tersebut meningkatkan suplai yang beredar menjadi 8,35 miliar PI, menciptakan tekanan inflasi jangka pendek yang signifikan. Meskipun terdapat upaya akumulasi dari whale sejak Mei 2025, hal ini belum mampu menahan koreksi harga di tengah kondisi pasar yang lemah. Kemitraan seperti dengan CiDi Games memang bertujuan untuk memperkuat utilitas token, namun adopsi nyata membutuhkan waktu, sementara tekanan jual terjadi secara instan.
Secara teknikal, PI mengalami penolakan kuat di area $0,25, yang bertepatan dengan level Fibonacci 0.618. Kegagalan untuk bertahan di atas level tersebut memicu pola bearish engulfing, sebuah sinyal reversal yang mengindikasikan tren turun yang lebih dalam. Saat ini, harga PI bergerak di bawah seluruh moving average utama, menunjukkan tidak adanya momentum bullish berkelanjutan. Analisis teknikal menunjukkan bahwa level support penting berikutnya berada di $0,20, yang juga merupakan area value low dengan likuiditas besar. Jika level ini ditembus, harga berpotensi mengalami penurunan tajam karena minimnya struktur support di bawahnya.
Sentimen pasar kripto global yang negatif juga turut memperburuk keadaan. Dalam 24 jam terakhir, pasar secara keseluruhan turun 1,13%, sementara dominasi Bitcoin naik menjadi 58,66%, menandakan bahwa investor menghindari risiko dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman. Volume perdagangan PI juga turun 24,36% menjadi $15,46 juta, memperlihatkan likuiditas yang semakin menipis. Turnover ratio PI juga hanya 0,8%, tingkat yang sangat rendah dan membuat harga semakin rentan terhadap volatilitas besar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa PI tidak hanya mengikuti tren pasar yang menurun, tetapi juga menghadapi tekanan fundamental yang lebih berat dibandingkan altcoin lainnya. Kombinasi token unlock besar, tekanan teknikal, dan sentimen pasar yang risk-off menjadi penyebab utama koreksi harga Pi Network.
Meskipun Pi Network terus memperluas ekosistemnya melalui kemitraan baru serta upaya kepatuhan regulasi, kondisi jangka pendek masih dipenuhi risiko. Faktor yang paling perlu diawasi investor saat ini adalah kemampuan PI mempertahankan level support $0.20. Jika gagal, december unlock yang besar dapat memicu koreksi lanjutan. Informasi ini bersumber dari kabartifa.id.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

