Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Pi Network Terjun Bebas! Masa Depan Suram?
    Crypto

    Pi Network Terjun Bebas! Masa Depan Suram?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini07-11-2025 - 13.30Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Harga Pi Network (PI) kembali mengalami penurunan, tercatat sebesar 1,7% dalam 24 jam terakhir pada 6 November 2025. Kini, PI diperdagangkan di level $0,217, mengikuti tren pelemahan yang terjadi di pasar kripto global. Penurunan ini terjadi di tengah gelombang aksi jual yang melanda aset digital, dipicu oleh laporan peningkatan tajam pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat, mencapai titik tertinggi sejak tahun 2002.

    Sentimen negatif ini memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi, mendorong investor untuk menjauhi aset-aset berisiko, termasuk mata uang kripto alternatif seperti Pi Network. Data pasar menunjukkan bahwa Bitcoin juga mengalami penurunan sebesar 1,7%, sementara Ethereum melemah 3,8%, menjadikan Pi sebagai salah satu aset yang mengikuti arah pasar tanpa menunjukkan tanda-tanda pembalikan yang signifikan.

     Pi Network Terjun Bebas! Masa Depan Suram?
    Gambar Istimewa : www.webnuggetz.com

    Tekanan makroekonomi global menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja Pi Network. Laporan ekonomi AS yang menunjukkan lonjakan PHK di bulan Oktober memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dan potensi kenaikan suku bunga baru. Kekhawatiran ini menurunkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk altcoin. Indeks Fear & Greed juga turun ke level 21 ("Fear"), menandakan kondisi pasar yang penuh ketakutan. Penurunan harga Pi sebesar 1,7% menunjukkan bahwa aset ini masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen makro, terutama karena belum memiliki dukungan utilitas nyata dari jaringan terbuka (Open Mainnet) yang sepenuhnya aktif.

    Tekanan tambahan datang dari sisi internal ekosistem Pi Network. WorkforcePool, aplikasi terdesentralisasi (dApp) pertama yang memenangkan Hackathon Pi Network, secara resmi mengumumkan penjualan proyeknya pada 4 November 2025 akibat biaya operasional yang tidak berkelanjutan. Langkah ini menandai sinyal kekhawatiran bagi pengembang dalam ekosistem Pi. Dengan peluncuran Open Mainnet yang terus tertunda hingga kuartal pertama 2025, banyak proyek mengalami kesulitan menghasilkan pendapatan atau mempertahankan operasional. Meskipun Pi Network mengklaim telah memigrasikan lebih dari 8 juta pengguna, angka tersebut belum berkontribusi signifikan terhadap adopsi dApp atau transaksi on-chain. Akibatnya, sentimen sosial terhadap Pi di berbagai komunitas kripto mulai memburuk, dengan banyak pengguna mempertanyakan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.

    Secara teknikal, Pi Network gagal menembus zona resistance kunci di $0,23, meskipun beberapa analis sebelumnya memprediksi potensi kenaikan hingga 36% berdasarkan pola falling wedge. Beberapa indikator teknikal penting menunjukkan tekanan jual yang masih kuat. Meski secara historis level $0,20–$0,21 sering menjadi area pantulan, tekanan makro dan sentimen negatif ekosistem bisa memperlemah pertahanan tersebut.

    Di tengah tekanan jangka pendek, Pi Network masih berupaya memperluas nilai utilitasnya melalui kolaborasi strategis seperti kemitraan dengan OpenMind di bidang kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diharapkan memperluas ekosistem Pi menuju integrasi Web3 dan AI, membuka peluang bagi pengembang baru untuk memanfaatkan token PI dalam aplikasi berbasis data dan pembelajaran mesin. Namun, analis menilai bahwa selama Open Mainnet belum terbuka sepenuhnya dan likuiditas masih terbatas, potensi kenaikan harga Pi masih bersifat spekulatif.

    Penurunan harga Pi Network (PI) sebesar 1,7% dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi tekanan global, melemahnya ekosistem internal, dan kegagalan teknikal. Meskipun proyek ini memiliki potensi jangka panjang di sektor AI dan Web3, faktor makroekonomi serta tantangan internal masih membatasi prospek penguatan jangka pendek. Jika Pi gagal mempertahankan support $0,21, tekanan jual bisa meningkat tajam. Namun, jika mampu bertahan dan volume perdagangan pulih, peluang rebound menuju $0,225–$0,23 tetap terbuka. Informasi ini disajikan oleh kabartifa.id.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDUSK Terbang 44%! Privasi Blockchain Jadi Primadona?
    Next Article Filecoin Terbang Tinggi! Harga Melonjak 53% dalam Sehari
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Misteri Solana: Harga Anjlok, Dana Miliaran Mengalir!

    15-12-2025 - 05.45
    Crypto

    Dogecoin Terancam Anjlok? Investor Wajib Tahu Ini!

    15-12-2025 - 05.30
    Crypto

    15-12-2025 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2025 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.