KabarTifa- Pidato Jerome Powell di Jackson Hall Symposium pekan ini menjadi sorotan utama pasar keuangan global. Ironisnya, Bitcoin justru tertekan, harganya ambles di bawah $115.000 awal pekan ini. Bulan Agustus memang dikenal sebagai periode pelemahan, namun penurunan Bitcoin kali ini semakin menambah kecemasan pelaku pasar. Para trader kini menanti arahan baru kebijakan moneter AS dari pidato Powell dan dampaknya terhadap aset kripto.
Jackson Hall Symposium selalu menjadi panggung penting bagi Federal Reserve (The Fed). Forum ini kerap menjadi penanda perubahan arah kebijakan moneter. Pidato Powell kali ini bahkan lebih krusial, mengingat pasar berspekulasi soal kemungkinan pemangkasan suku bunga September mendatang.

Ada tiga skenario yang mungkin terjadi. Pertama, Powell mengindikasikan pemangkasan suku bunga segera. Ini akan menjadi angin segar bagi pasar saham dan kripto. Suku bunga rendah berarti biaya pinjaman turun dan likuiditas meningkat, mendorong investor ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Kedua, Powell mengambil sikap hawkish, menekankan inflasi yang belum terkendali. Data terbaru menunjukkan inflasi masih di atas target 2%, terutama akibat tarif impor era Trump. Sikap ini akan menekan pasar, termasuk kripto, karena investor akan beralih ke aset aman seperti obligasi.
Ketiga, Powell bersikap netral, tak berkomitmen pada pemangkasan suku bunga, menunggu data lebih lanjut. Pendekatan data dependent ini, meski tak mengejutkan, tetap memicu volatilitas karena pasar akan terus menebak langkah selanjutnya.
Kondisi ekonomi AS memang membingungkan. Data ketenagakerjaan melemah, pertumbuhan lapangan kerja melambat, dan risiko pengangguran meningkat. Namun, inflasi yang tinggi membuat beberapa pejabat Fed ragu memangkas suku bunga. Powell berada di tengah tarik-menarik dua kepentingan ini.
Jika pidato Powell bernada dovish (longgar), Bitcoin berpeluang pulih. Pasar kripto responsif terhadap kebijakan moneter longgar. Sebaliknya, sikap hawkish akan memperparah tekanan pada harga Bitcoin.
Analisis Harga Bitcoin: Tanda-tanda Pelemahan
Bitcoin menunjukkan pelemahan signifikan, harganya di bawah $115.000, berpotensi menuju $112.000. Angka ini krusial, menandai keluarnya Bitcoin dari zona apresiasi harga besar.
Data on-chain menunjukkan peningkatan inflow Bitcoin ke bursa kripto. Ini indikator penting, menunjukkan banyak pemegang Bitcoin siap menjual. Situasi ini sejalan dengan pasar saat ini, di mana banyak investor mengamankan keuntungan setelah kenaikan harga bulan lalu.
Rasio MVRV (Market Value to Realized Value) Bitcoin di atas 20%, artinya rata-rata investor masih untung. Kondisi ini rawan, karena peluang ambil untung besar. Inilah yang membuat Bitcoin sulit bertahan di atas $115.000.
Data likuidasi juga meningkat, menunjukkan banyak posisi long ditutup paksa saat harga turun. Lebih dari $400 juta posisi long dilikuidasi, menunjukkan optimisme berlebihan. Koreksi ini memaksa pasar konsolidasi.
Whale (investor besar) masih akumulasi, namun belum cukup kuat menahan tekanan jual dari investor ritel. Volatilitas jangka pendek masih tinggi.
Jika Bitcoin gagal bertahan di atas $115.000, level $112.000 menjadi titik psikologis berikutnya. Koreksi ke titik ini bisa membuka peluang konsolidasi sebelum rebound. Namun, jika tekanan jual berlanjut, stagnasi harga di rentang $110.000-$115.000 bisa terjadi beberapa minggu ke depan.
Keputusan Fed September akan menjadi katalis besar. Pertanda pemangkasan suku bunga akan membantu Bitcoin pulih. Sebaliknya, sikap hawkish akan memperpanjang fase sideways.
Kesimpulan:
Pidato Powell di Jackson Hall Symposium sangat menentukan. Apakah ia dovish atau hawkish akan memengaruhi pasar. Bitcoin rapuh setelah turun di bawah $115.000, berpotensi koreksi ke $112.000. Data on-chain menunjukkan tekanan jual meningkat, sehingga fase konsolidasi berpotensi berlanjut. Pekan ini krusial untuk menentukan arah jangka pendek Bitcoin.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bersifat informatif. Artikel di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Lakukan riset sebelum berinvestasi pada mata uang kripto karena kripto aset volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
