KabarTifa- Pasar kripto kembali bergejolak, kali ini menimpa Solana (SOL). Harga aset digital ini terjun bebas hingga menyentuh angka $183,56, menandai penurunan sebesar 2,19% dalam 24 jam terakhir. Gelombang aksi jual masif memicu arus keluar dana (outflow) yang mencengangkan, mencapai $36 juta per hari, atau lebih dari $400 juta dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan investor, terutama karena level support krusial di $175 kini berada di ujung tanduk.
Tekanan jual yang kuat terus menghantui Solana, menjadikan level $175 sebagai titik penentu arah pergerakan harga selanjutnya. Analisis grafik harian menunjukkan bahwa Solana tengah berjuang mempertahankan tren kenaikannya sejak April lalu. Zona harga antara $175 hingga $186 bertepatan dengan EMA (Exponential Moving Average) 200 hari dan level Fibonacci 0,382, menjadikannya area krusial yang akan menentukan apakah harga akan stabil atau justru terperosok lebih dalam.

Kegagalan Solana dalam mempertahankan level $211 telah memicu perubahan sentimen pasar menjadi negatif. Indikator teknikal kini menunjukkan sinyal yang kurang menggembirakan. Jika tekanan jual terus berlanjut dan menembus level $175, target penurunan berikutnya berada di $156, bahkan berpotensi menyentuh $142-$133. Sebaliknya, jika harga mampu kembali menembus EMA cluster di $199-$205, peluang pembalikan arah (reversal) menuju $230-$253 masih terbuka lebar.
Integrasi Uniswap ke dalam mainnet Solana, yang diharapkan dapat menjadi katalis positif, ternyata belum mampu mendongkrak harga. Meskipun langkah ini memperluas jangkauan lintas 14 blockchain dan meningkatkan interoperabilitas, investor tampaknya masih enggan untuk kembali masuk ke pasar Solana.
Ekosistem DeFi Solana saat ini mencatatkan Total Value Locked (TVL) sebesar $11 miliar, menempatkannya sebagai yang tertinggi kedua setelah Ethereum ($84,8 miliar). Namun, indikator Supertrend tetap menunjukkan sinyal bearish sejak 12 Oktober, mengindikasikan bahwa arus spekulatif belum pulih sepenuhnya.
Data on-chain menunjukkan bahwa Solana mengalami arus keluar bersih lebih dari $400 juta dalam seminggu terakhir, termasuk $36 juta pada 17 Oktober saja. Jumlah transaksi on-chain juga mengalami penurunan sebesar 11%, menandakan penurunan permintaan di tingkat jaringan.
Para analis memperingatkan bahwa selama arus masuk harian belum menembus $20 juta, risiko Solana kembali ke zona $172 tetap tinggi.
Sentimen pasar kripto secara umum juga turut memengaruhi pergerakan harga Solana. Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear & Greed Index) telah jatuh ke angka 28, level terendah sejak April. Investor cenderung beralih dari altcoin ke Bitcoin setelah kebijakan tarif AS terhadap Tiongkok meningkatkan risiko global. Akibatnya, kapitalisasi pasar altcoin anjlok 15% menjadi $1,42 triliun.
Di tengah kepanikan pasar, volume perdagangan Solana justru melonjak 25%, mencerminkan aktivitas beli-jual yang intensif di sekitar level $175. Secara historis, momen seperti ini seringkali menjadi titik balik sebelum terjadinya rebound besar.
Meskipun fundamental Solana masih tergolong kuat, dengan aktivitas pengembang yang tinggi, likuiditas yang dalam, dan ekosistem DeFi yang terus berkembang, struktur teknikal jangka pendek terlihat rapuh. Analis memperkirakan bahwa 72 jam ke depan akan menjadi penentu arah tren Solana. Jika harga mampu bertahan di atas $175, peluang rebound menuju $230 cukup besar. Sebaliknya, jika gagal, Solana berpotensi kembali menguji level $150, menantang optimisme siklus bullish 2025.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

