Editor: BobonSyah
KabarTifa- Jaringan blockchain Solana (SOL) kembali menghadapi momen krusial di pasar kripto. Setelah gagal menembus resistensi $93 dan mengalami koreksi sekitar 11%, harga SOL kini berjuang keras mempertahankan level dukungan vital $80. Pertanyaan besar yang menggelayuti investor adalah: mampukah SOL bertahan, atau akankah terperosok lebih dalam menuju $75?

Tekanan terhadap harga SOL sebagian besar dipicu oleh penurunan signifikan dalam aktivitas di platform decentralized exchange (DEX) yang beroperasi di jaringannya. Data menunjukkan volume perdagangan DEX Solana anjlok hingga $55,5 miliar, sebuah angka terendah sejak September 2024. Imbasnya, pendapatan dari biaya jaringan (network fees) ikut terpangkas drastis, merosot 42% dari $30 juta pada Januari menjadi sekitar $18,5 juta di bulan Maret. Fenomena ini mengindikasikan melambatnya gairah perdagangan di ekosistem Solana, yang sebelumnya menjadi motor utama pertumbuhannya.
Tak hanya itu, dominasi Solana di sektor DEX juga mulai terkikis oleh kebangkitan ekosistem layer-2 Ethereum. Platform seperti Arbitrum, Base, dan Optimism semakin menunjukkan taringnya, berhasil meningkatkan pangsa pasar Ethereum dan menantang posisi Solana.
Menanggapi kondisi ini, Tim Riset Tokocrypto mengamati adanya "setup on-chain" yang kompleks, cenderung rapuh namun tidak sepenuhnya tanpa harapan. Mereka mencatat bahwa permintaan perdagangan dan pendapatan biaya memang melemah, namun monetisasi dari aplikasi inti (DApps) Solana masih menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan narasi bearish murni yang beredar. "Selama volume DEX belum kembali pulih, SOL memang rentan menguji kembali area support bawah. Namun, kualitas pendapatan dari DApps yang ada menunjukkan bahwa skenario penurunan tajam langsung ke $75 mungkin tidak seburuk yang digambarkan oleh berita-berita panik," ungkap perwakilan Tokocrypto.
Namun, di balik tekanan jangka pendek, Solana tetap memamerkan fundamental yang kokoh, berpotensi menjadi penahan laju penurunan lebih lanjut. Dalam kurun waktu 30 hari terakhir, Solana bahkan berhasil mengungguli Ethereum dalam perolehan biaya jaringan, meskipun nilai total terkunci (TVL) di jaringannya masih jauh di bawah sang kompetitor. Yang lebih menarik, Solana memimpin dalam jumlah aplikasi terdesentralisasi (DApps) berpendapatan tinggi. Tercatat 13 DApps di ekosistem Solana menghasilkan lebih dari $1 juta dalam sebulan terakhir, melampaui 11 DApps serupa di jaringan Ethereum. Fakta ini menegaskan bahwa ekosistem Solana tetap dinamis dan magnet bagi para pengembang, memberikan fondasi kuat di tengah gejolak harga.
Dengan demikian, level $80 kini menjadi garis demarkasi krusial yang akan menentukan arah pergerakan SOL selanjutnya. Apabila level dukungan ini mampu dipertahankan, ada harapan bagi harga untuk menemukan stabilitas dan memulai upaya pemulihan. Sebaliknya, jika $80 gagal menahan tekanan, pintu menuju penurunan lebih lanjut ke area $75 akan terbuka lebar. Kendati demikian, kekuatan fundamental yang melekat pada ekosistem Solana mengindikasikan bahwa fluktuasi harga saat ini mungkin tidak sepenuhnya merefleksikan kesehatan jaringan secara menyeluruh.
Pasar kripto saat ini berada dalam mode "menunggu dan melihat". Pertanyaan utamanya adalah apakah tren penurunan volume akan terus berlanjut, atau justru fundamental Solana yang solid akan mampu menahan gempuran tekanan dan menjaga harga tetap pada pijakannya.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

